SwaraMediaKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), akhirnya membuka penerbangan perdana rute Samarinda–Melak yang digarap PT Wings Air. Berbeda dari pola-pola sebelumnya, kali ini pemerintah daerah tidak lagi dibebani syarat dana deposit maupun skema block seat yang kerap menjadi batu sandungan dalam membuka rute baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat Rita Nursandy menyatakan pembukaan rute ini merupakan buah dari komunikasi dan negosiasi yang tidak berlangsung sebentar dengan pihak maskapai. Dia menambahkan, keputusan Wings Air untuk tidak mensyaratkan deposit sebagai angin segar bagi daerah yang selama ini kerap kelimpungan menyiapkan dana jaminan penerbangan.
“Alhamdulillah, pihak Wings Air menyetujui penerbangan ini tanpa meminta deposit. Namun, mereka berharap pemerintah turut membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar antusias menggunakan rute tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).
Rita menjelaskan, rute ini sebenarnya bukan penerbangan baru di Kubar. Jalur udara tersebut pernah beroperasi sebelumnya, namun sempat berhenti melayani penerbangan. Kini pihak maskapai Wings Air kembali mengaktifkan rute ini setelah seluruh persiapan operasional dinyatakan siap didukung oleh pemerintah daerah.
Dari sisi manfaat, Rita menjelaskan kehadiran rute udara ini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan. Jika perjalanan darat Samarinda–Melak harus ditebus dengan waktu berjam-jam yang menguras tenaga, jalur udara hanya membutuhkan waktu 35 hingga 45 menit saja.
“Kehadiran kembali rute penerbangan Melalan-Samarinda juga diharapkan tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi turut memperkuat konektivitas antarwilayah di Kaltim. Ini sangat membantu masyarakat yang memiliki urusan pemerintahan, perizinan, bisnis, maupun aktivitas lainnya yang membutuhkan mobilitas cepat,” katanya.
Pengoperasian kembali rute penerbangan ini menjadi kabar yang cukup dinantikan warga Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Selama beberapa waktu terakhir, masyarakat yang hendak menuju Samarinda harus menempuh perjalanan darat dengan waktu tempuh yang relatif panjang.
“Kini perjalanan yang sebelumnya dapat memakan waktu sekitar delapan jam melalui jalur darat dapat dipersingkat menjadi kurang dari satu jam atau sekitar 45 menit menggunakan pesawat,” imbuh Rita.
Senada dikatakan, Station Manager Wings Air GHS Andi Muh. Dhevara menyebut Kutai Barat sebagai daerah dengan potensi mobilitas bisnis yang tidak bisa dianggap remeh, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan yang selama ini menggantungkan mobilitas pada jalur darat dan sungai yang memakan waktu lebih lama.
Dia menuturkan pihaknya menargetkan tingkat keterisian penumpang atau load factor mencapai 70%, atau setara sekitar 50 penumpang per penerbangan.
“Kami menargetkan tingkat keterisian penumpang (load factor) dapat mencapai 70 persen atau sekitar 50 penumpang per penerbangan. Dengan harga tiket yang terjangkau, perjalanan ini hanya memakan waktu sekitar 45 menit,” pungkasnya.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, penerbangan dari Samarinda menuju Kutai Barat akan berangkat dari Bandara APT Pranoto Samarinda pukul 09.05 Wita dan tiba di Bandara Melalan pukul 09.50 Wita. Artinya, waktu tempuh perjalanan sangat singkat.
“Untuk rute sebaliknya, pesawat akan berangkat dari Bandara Melalan pukul 10.15 Wita dan dijadwalkan tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda pukul 11.00 Wita. Jadwal tersebut berlaku untuk penerbangan reguler yang dilayani Wings Air pada tahap awal operasional,” pungkasnya. (adv)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


