SwaraMediaKaltim.com – Keindahan Gua Karst Rimba di Desa Karangan Ilir menjadi salah satu destinasi wisata alternatif yang berada di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Gua tersebut layak menjadi destinasi wajib bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke Kalimantan Timur.
Gua Karst Rimba merupakan salah satu destinasi wisata alam di Desa Karangan Ilir. Keindahan formasi karst yang alami berpadu dengan rimba yang masih asri menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan pencinta alam dan petualangan.
“Selama ini, potensi wisata Gua Karst Rimba belum berkembang secara optimal. Namun, kawasan ini berpotensi menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi, khususnya bagi wisatawan yang menyukai tantangan dan wisata alam,” ujar Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, belum lama ini.
Untuk mendukung pengembangan destinasi tersebut, diperlukan pembangunan infrastruktur menuju kawasan wisata, termasuk penyediaan jaringan listrik, sehingga kenyamanan pengunjung dapat semakin meningkat.
Seiring dengan perhatian pemerintah terhadap pengembangan kawasan strategis pariwisata, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini telah membangun dan memasang jaringan listrik hingga menjangkau lokasi wisata Gua Karst Rimba.
“Alhamdulillah, kawasan Gua Karst Rimba kini telah dialiri listrik. Ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan Desa Karangan Ilir sekaligus pengembangan pariwisata berbasis alam dan geologi,” jelas Bambang.
Desa Karangan Ilir, Kabupaten Kutai Timur, merupakan bagian dari kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang dikenal sebagai salah satu warisan geologi bernilai tinggi di Kalimantan Timur.
Pembangunan jaringan listrik sepanjang 12 kilometer yang terdiri atas 10 kilometer Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dan 2 kilometer Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) telah menjangkau sekitar 120 kepala keluarga di desa tersebut.
Selain itu, Desa Karangan Ilir juga memiliki geoproduk berupa Kampung Cokelat yang menjadi salah satu potensi unggulan di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
“Harapan kami, potensi ini menjadi nilai tambah dalam proses penilaian menuju Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat,” harapnya. (aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


