SwaraMediaKaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mematangkan strategi transformasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih berorientasi pada hasil nyata serta berlandaskan penguatan sistem merit.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, saat didaulat memberikan Ceramah Manajemen Kinerja pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) LAN, Jalan HM Ardans Ring Road III, Jumat (7/8/2026).
Dalam ceramahnya yang bertajuk “Membangun Kinerja Unggul Aparatur sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045”, Wagub Seno Aji menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam tubuh birokrasi pemerintahan.
“Reformasi birokrasi kini tidak lagi berfokus pada tumpukan dokumen administratif, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Wagub Seno Aji.
Menurutnya, birokrasi masa kini bukan lagi sekadar urusan stempel dan tumpukan berkas di atas meja. Pemprov Kaltim terus mendorong transformasi birokrasi agar dapat berfungsi penuh sebagai engine of development atau mesin penggerak pembangunan.
“Prinsip birokrasi sebagai mesin pembangunan menekankan bahwa setiap rupiah pengeluaran negara dan setiap kebijakan layanan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, birokrasi yang lincah (agile) dan berorientasi pada hasil menjadi kunci utama agar program-program pemulihan serta pertumbuhan ekonomi tidak terhambat oleh regulasi yang berbelit-belit.
Di samping itu, Pemprov Kaltim juga berkomitmen memperkuat penerapan sistem merit yang transparan. Pengangkatan, promosi, hingga rotasi jabatan ASN kini didasarkan sepenuhnya pada kualifikasi, kompetensi, dan rekam jejak prestasi tanpa diskriminasi.
“Kebijakan ini kami terapkan guna memastikan posisi-posisi strategis diisi oleh figur yang tepat dan berintegritas,” ungkap Wagub.
Guna mendukung efisiensi tersebut, pemanfaatan teknologi informasi terus diperluas untuk memangkas alur birokrasi yang panjang sekaligus meningkatkan profesionalisme ASN dalam melayani publik.
“Setiap rupiah anggaran dan setiap jam kerja ASN harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk kemudahan, kenyamanan, serta peningkatan kesejahteraan,” pungkasnya.
Dengan penguatan sistem merit serta fokus pada kemanfaatan publik, Pemprov Kaltim optimistis mampu mencetak kader-kader pemimpin aparatur yang profesional dan responsif demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi

