SwaraMediaKaltim.com – Perkembangan media sosial dan maraknya hoaks dibahas dalam Konvensi Media Siber bertema “Pers Sehat Merawat Harmoni Benua Etam” digelar pada rangkaian kegiatan Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Hotel Claro Pandurata Kompleks GOR Kadrie Oening Samarinda, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Dewan Pers, Kementerian Hukum, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membahas masa depan pers di tengah derasnya arus informasi digital.
Ketua Panitia Pelaksana, Charles Siahaan menegaskan bahwa pers yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi publik sekaligus melawan penyebaran hoaks.
Dalam sesi pemaparan, Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal mengungkapkan bahwa penetrasi internet di Kaltim kini telah mencapai lebih dari 80 persen, dengan mayoritas masyarakat mengakses internet melalui perangkat seluler.
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi media digital, namun juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
Menurut Faisal, hoaks saat ini jauh lebih berbahaya daripada sekadar informasi yang salah. Hoaks sering kali berasal dari fakta yang sengaja dipelintir untuk memengaruhi opini publik.
Ia juga menyoroti fenomena post-truth, echo chamber, dan dominasi algoritma media sosial yang kerap membuat informasi populer lebih cepat menyebar dibanding informasi yang akurat.
“Jangan sampai kita terbawa arus algoritma. Sesuatu yang ramai belum tentu benar. Di sinilah peran pers profesional menjadi sangat penting,” tegasnya.
Faisal menilai jurnalisme dan media sosial bukanlah dua hal yang saling berlawanan. Melainkan dua kekuatan dalam ekosistem informasi yang harus saling melengkapi. Kecepatan media sosial perlu diimbangi dengan verifikasi ala jurnalisme, sementara media massa juga dituntut tetap cepat agar tidak kehilangan momentum.
Rangkaian Wartawan Legend Bedapatan ke-4 juga dirangkai dengan Malam Apresiasi Wartawan Legend sebagai bentuk penghargaan kepada insan pers yang telah berkontribusi dalam perkembangan dunia jurnalistik di Banua Etam.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ruang informasi yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab di Kaltim. (aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


