SwaraMediaKaltim.com – Mengandalkan budaya lokal sebagai daya tarik utama pariwisata adalah langkah strategis yang sangat efektif. Kekayaan tradisi, adat istiadat, kerajinan tangan, dan kuliner khas tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Mahulu, mengemas upacara adat, festival budaya, atau tradisi lokal menjadi sebuah event wisata yang terencana dengan baik tanpa menghilangkan nilai kesakralannya. Ini telah terbukti efektif dalam menarik wisatawan.
Tidak hanya itu, pemberdayaan UMKM dengan mengembangkan suvenir autentik (seperti anyaman atau ukiran) dan kuliner tradisional. Hal ini akan memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan pengeluaran wisatawan di daerah tersebut yang kaya akan seni budaya dan tradisionalnya.

Plt Kepala Disparpora Mahulu, Irawan Sanjaya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya “Omin Atun Onam Adet” yang merupakan pelestarian budaya dari tradisional Sub Suku Aoheng, Soputan, dan Bukot (ASB) dari sepuluh kampung yang ada di Mahulu. Ia menegaskan bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, daerah dituntut tetap menjaga jati diri budaya.
Menurutnya, event berbasis kearifan lokal tidak boleh sekadar seremonial. Kegiatan ini harus menjadi ruang edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui promosi seni pertunjukan, kuliner tradisional, kerajinan tangan hingga adat istiadat khas daerah.
“Pemkab Mahulu mendorong penguatan sektor kebudayaan lokal sebagai sarana memperkenalkan kawasan perbatasan kepada masyarakat secara regional. Upaya tersebut dipadukan dengan pengembangan sektor pariwisata yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisatawan, sekaligus memperluas peluang peningkatan UMKM bagi masyarakat Mahulu,” ujar Irwan.

Melalui kegiatan adat tersebut, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terlibat aktif agar event berbasis kearifan lokal kedepannya, mampu melestarikan budaya meningkatkan kebanggaan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat.
“Pemerintah daerah menilai kekayaan budaya yang dimiliki kita saat ini merupakan aset strategis untuk membangun citra positif kawasan perbatasan Mahulu. Langkah ini ditindaklanjuti Disparpora Mahulu dengan melakukan berbagai program pelestarian budaya, promosi destinasi wisata, serta pemberdayaan komunitas adat yang menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah,” pungkasya. (adv-mhu/rahmad)
Editor : Alfian
Publsiher : Redaksi


