Beranda » Longsor Terjang Muara Bunyut, 4 Rumah Rusak, Mobil dan Puluhan Motor Tersekat ke Sungai Mahakam

Longsor Terjang Muara Bunyut, 4 Rumah Rusak, Mobil dan Puluhan Motor Tersekat ke Sungai Mahakam

SwaraMediaKaltim.com – Personel Polsek Melak Polres Kutai Barat bergerak cepat merespon bencana tanah longsor yang menerjang kawasan pemukiman warga di Kampung Muara Bunyut RT 001, Kecamatan Melak, sekitar pukul 04.30 WITA, Jumat (7/8/2026)

Peristiwa mencekam tersebut pertama kali dirasakan oleh salah seorang saksi mata, Jumannah. Ia mengungkapkan bahwa suara aneh dari pergerakan tanah sudah terdengar sejak pukul 01.30 WITA.

“Saat dicek pertama kali belum terlihat hal mencurigakan. Namun puncaknya sekitar pukul 04.30 WITA, suara pergerakan tanah terdengar sangat keras. Kabel di badan jalan terlihat bergerak ke arah Sungai Mahakam dan jembatan kayu roboh. Saya langsung berteriak untuk memperingatkan warga sekitar,” ujar Jumannah.

Dampak dari bencana tanah longsor ini cukup parah. Berdasarkan inventarisasi di lapangan, sebanyak empat unit rumah warga terdampak. Satu unit rumah milik Januarius Lijeu alias Didit mengalami rusak total, sementara tiga rumah lainnya milik Jumannah, Silam, dan Rinten terdampak akibat longsoran susulan.

Tidak hanya bangunan, material longsor juga menyeret sejumlah kendaraan hingga tenggelam ke dalam aliran sungai. Tercatat satu unit mobil Isuzu Traga warna putih dan sekitar 30 unit sepeda motor milik warga ikut terbawa arus ke Sungai Mahakam.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, melalui Kapolsek Melak Iptu Rinto Simanjuntak, bersama jajaran personel Polres dan Polsek langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas segera melakukan pengamanan area, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta menyerahkan bantuan paket sembako tanggap darurat kepada para korban.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihak Kecamatan Melak, serta Sat Polairud Polres Kutai Barat untuk penanganan evakuasi lebih lanjut dan persiapan pendirian tenda pengungsian sementara,” kata Iptu Rinto Simanjuntak.

Sementara itu, Petinggi Kampung Muara Bunyut, Suhendi, mengungkapkan bahwa bencana longsor di lokasi tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Bencana serupa pernah melanda titik yang sama pada 2 Agustus 2025 lalu. Penyebab utama pergeseran tanah ini diduga kuat akibat abrasi kronis di sepanjang pinggiran alur Sungai Mahakam.

Hingga saat ini, warga terdampak telah dievakuasi dan mengungsi sementara di rumah kerabat terdekat mereka di lingkungan Kampung Muara Bunyut. Situasi di lokasi kejadian dipastikan dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.

Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa pada potensi longsor susulan, pihak Polsek Melak mengimbau seluruh masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Mahakam untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila menemui tanda-tanda pergerakan tanah. (vivie)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!