Beranda » Lewat Medsos, Ketua TGM Benarkan Kaca Spion Mobilnya Dirusak Massa Saat Ikut Jemput UAS di Bandara Melalan

Lewat Medsos, Ketua TGM Benarkan Kaca Spion Mobilnya Dirusak Massa Saat Ikut Jemput UAS di Bandara Melalan

SwaraMediaKaltim.com – Ketua Umum Taruna Garda Mandiri (TGM) Kabupaten Kutai Barat, Alsiyus akhirnya buka suara mengenai insiden yang menimpa dirinya di sekitar kawasan Bandara Melalan, Kutai Barat, pada Jumat 3 Juli 2026.

Melalui unggahan terbaru di akun media sosial pribadinya, ia membenarkan bahwa kaca spion mobil Toyota Portuner miliknya dirusak oleh sekelompok massa saat dirinya ikut serta dalam rombongan penjemputan Dai kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS).

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian netizen dan menjadi perbincangan hangat di tengah simpang siurnya informasi mengenai ketegangan yang terjadi di bandara melalan kutai barat.

Dalam postingannya, Ketua TGM Kubar menjelaskan situasi yang dialaminya secara langsung di lapangan. Ia tidak menampik bahwa ada sekelompok orang yang melakukan aksi penghadangan karena menduga mobil-mobil mewah yang melintas tersebut digunakan untuk menjemput UAS.

“Benar, ada insiden kecil di lapangan. Kaca spion mobil pribadi saya dirusak oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 22 orang saat berada di jalur penjemputan Bandara Melalan,” tulis Alsiyus yang juga Ketua KONI Kubar itu dalam unggahan media sosialnya, Senin (6/7/2026).

Meski kendaraan operasionalnya menjadi korban pengrusakan fisik hingga kaca spionnya patah, Alsiyus tampak menyampaikan pesan yang menyejukkan. Ia meminta agar para simpatisan dan masyarakat tidak terpancing emosi atas kejadian tersebut.

“Saat saya ikut jemput Ustad Abdul Somad di Bandara Malalan, mobil saya dirusak masa pendemo dengan cara  mematahkan kaca sepion mobil saya dan kami juga diludahi, dibentak dihadang mau dipukul. Saya sempat melaporkan ke Polres Kutai Barat, tapi atas dasar pertimbangan Kasih didalam Tuhan Yesus Kristus, tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Pengikut Tuhan Yesus Kristus wajib mengampuni kesalahan sekalipun orang yang bersangkutan tidak minta maaf,” imbuhnya.

Selain itu Alsiyus juga mengakui bahwa laporannya terkait insiden dalam peristiwa tersebut. Dirinya telah mencabut laporannya di Polres Kutai Barat. “Terimakasih dan mohon maaf jika ada salah, saya merasa bangga dan bersyukur bisa menyambut dan mengantar pulang Bapak Ustaz Abdul Somad selama beliau ada di Kutai Barat, aman dan tidak ada gangguan apapun. Semoga Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua,” tuturnya.

Melalui pernyataan digitalnya itu, Ketua TGM juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif, aman, dan damai di Kutai Barat. Ia menekankan pentingnya kesabaran dan tidak membalas tindakan anarkis dengan keburukan serupa.(vivie)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan