Beranda » Lestarikan Oltrad Kubar, Lomba Menyumpit Perekat Kebersamaan Polri dan Masyarakat

Lestarikan Oltrad Kubar, Lomba Menyumpit Perekat Kebersamaan Polri dan Masyarakat

Momen pembukaan oltrad lomba menyumpit ditandai keikut sertaan para pejabat teras Pemkab Kubar dan Forkopimda di HUT Bhayangkara ke-80 di Taman Budaya Sendawar, Selasa (23/6/2026).

SwaraMediaKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), terus menggalakkan olahraga tradisional (Oltrad) untuk melestarikan kearifan lokal, menjaga kebugaran, dan memperkuat identitas budaya masyarakat. Berbagai program dan festival digelar sebagai bentuk pelestarian warisan budaya Nusantara.

Dari sekian banyaknya olahraga tradisional daerah di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, lomba menyumpit pilihan utama yang dipertandingkan dalam rangka meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Lomba menyumpit merupakan olahraga tradisional suku Dayak yang kini semakin populer sebagai ajang pelestarian budaya bagi generasi muda sekaligus perekat kebersamaan masyarakat.

Lomba menyumpit sukses menarik ratusan peserta dari kategori remaja hingga dewasa, yang diselengarakan di Taman Budaya Sendawar (TBS). Kegiatan oltrad itu dibuka oleh Wakapolres Kubar, Kompol Subari, didampingi Asisten II Pemkab Kutai Barat, H Ali Sadikin, Selasa (23/6/2026) pagi.

Kegiatan pembukaan oltrad lomba menyumpit itu, juga dihadiri unsur Forkopimda, pejabat utama Polres Kubar, perwakilan Kodim 0912/KBR, Perwakilan Danlanud Sendawar, Kejaksaan Negeri Sendawar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kubar Gamas Laden, serta sejumlah pejabat teras pemkab Kubar.

​Dalam sambutannya Bupati Kubar Frederick Edwin melalui Asisten II Setkab Kubar Ali Sadikin menyampaikan, bahwa perlombaan menyumpit ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga biasa. Lebih dari itu, ini merupakan langkah nyata dalam merawat salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Oltrad menyumpit ini menguji ketepatan, fokus, dan kesabaran para peserta dalam membidik sasaran menggunakan senjata khas berupa pipa panjang (sumpit) dan anak panah (damek). ​Melalui perlombaan ini, nilai-nilai budaya, sportivitas, dan kebersamaan harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Ali Sadikin.

Wakapolres Kubar Kompol Subari mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Polri dalam melestarikan budaya daerah sekaligus mempererat sinergitas antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, tokoh adat, dan masyarakat, melalui momen HUT Bhayangkara ke-80 di Kubar.

“Hari pertama ini sudah ada 85 peserta yang mengikuti lomba menyumpit. Kita apresiasi atas antusias dan dukungan semua pihak dalam kegiatan ini. Sebab, lomba menyumpit bukan sekadar ajang perlombaan, namun juga merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri dalam menjaga serta melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman,” imbuh Subari.

​Menurut Subari, momentum Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menjadi jembatan bagi Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui ragam kegiatan edukatif, sosial, dan kebudayaan. Untuk itu bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga kantibmas, tetapi juga mendukung pelestarian budaya, pembinaan olahraga tradisional.

Ini menunjukkan bahwa olahraga sumpit memiliki daya tarik yang kuat sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kita, khususnya warga suku Dayak kita di Kubar,” pungkasnya. (adv)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!