Beranda » Karhutla Meluas di Kaltim, Luas Lahan Terbakar Menembus 1.595 Hektare per Agustus 2026

Karhutla Meluas di Kaltim, Luas Lahan Terbakar Menembus 1.595 Hektare per Agustus 2026

SwaraMediaKaltim.com – Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di wilayah Kalimantan Timur sepanjang Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur mencatat total kejadian karhutla di Kaltim telah menembus 517 kejadian dengan luasan lahan terdampak mencapai 1.595,81 hektare.

Peningkatan karhutla secara signifikan ini dipicu oleh fenomena kemarau ekstrem dan kondisi cuaca panas yang intens sejak akhir Juli 2026. BPBD Kaltim menyebut vegetasi yang mengering memicu percepatan laju penyeberan api.

Sebaran Kejadian dan Luas Karhutla Kaltim 2026

Kabupaten / Kota Jumlah Kejadian Luas Terbakar (Hektare)
Kutai Kartanegara 53 480,38
Kutai Barat 77 383,67
Paser 151 358,93
Samarinda 91 126,26
Berau 49 102,94
Kutai Timur 33 57,75
Penajam Paser Utara 50 51,54
Balikpapan 22 14,74
Bontang 10 13,51
Mahakam Ulu 11 6,10
Total 517 1.595,81

(Data akumulasi BPBD Kalimantan Timur hingga 29 Agustus 2026)

Kejadian terbanyak di Kabupaten Paser, menjadi wilayah dengan jumlah insiden kebakaran paling tinggi, yakni 151 kejadian. Paser juga mencatatkan konsentrasi titik panas (hotspot) harian tertinggi.

Kemudian dampak terluas di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mencatat luasan lahan terdampak terbesar mencapai 480,38 hektare meskipun jumlah insidennya relatif lebih sedikit dibanding Paser.

Penyebab dan evaluasi konsesi Karhutla melanda kawasan gambut maupun non-hutan. Organisasi lingkungan hidup seperti WALHI Kaltim turut mendorong pengawasan ketat terhadap kawasan konsesi korporasi (seperti PBPH, tambang, dan HGU perkebunan) agar memperkuat pencegahan dini di areal operasional mereka.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, serta relawan terus berupaya melakukan pemadaman darat dan patroli rutin, didukung langkah modifikasi cuaca untuk menekan lonjakan titik api.

Polhut Ahli Madya sekaligus Koordinator Karhutla Dishut Kaltim, Rahmadi mengatakan, dari total luasan tersebut, sebanyak 265.54 hektare terjadi di kawasan hutan, sementara 307.3 hektare berada di kawasan nonhutan, khususnya di area penggunaan lain (APL).

“Dari total jumlah lahan terdampak hingga saat ini, maka pengendalian karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat, pengelola kawasan, dunia usaha, dan masyarakat untuk mencegah titik api berkembang, agar tidak menjadi kebakaran yang lebih luas,” kata Rahmadi. (vivie)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!