SwaraMediaKaltim.com – Upaya cepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali ditunjukkan oleh Polsek Loa Janan bersama unsur terkait di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto, Km 37 Jalan Poros Samarinda–Balikpapan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (6/8/2026) sore.
Pengerahan tim gabungan dilakukan secara sigap usai ditemukannya titik api yang membakar vegetasi di dalam kawasan hutan lindung tersebut. Proses penanganan yang berlangsung sejak pukul 15.10 WITA hingga 17.30 WITA ini berhasil memadamkan area terdampak yang diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare, dengan material terbakar meliputi semak belukar, ilalang, ranting kering, serta vegetasi hutan.
Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar melalui Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menerangkan, hasil pengecekan awal di lokasi menunjukkan indikasi awal munculnya api.
“Hasil pengecekan awal menunjukkan api diduga bermula dari ranting pohon yang dalam kondisi kering. Kondisi cuaca yang panas dan kering kemudian diduga mempercepat penyebaran api ke vegetasi di sekitarnya,” terang AKP Abdillah Dalimunthe.
Proses pemadaman dilakukan secara intensif dengan mengerahkan armada kendaraan pemadam, mesin pompa air, hingga perlengkapan pemadaman manual. Penanganan ini melibatkan kerja sama lintas instansi, di antaranya personel Polsek Loa Janan, Damkar Desa Tani Harapan, Relawan Siaga Batuah (RSB), Manggala Agni, Dinas Kehutanan, personel Damkar PT BSSR, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Pemerintah Desa Tani Harapan.
Berkat soliditas dan koordinasi ketat di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan dan dilokalisasi sehingga tidak semakin meluas menembus kawasan hutan lindung.
“Penanganan dapat berjalan dengan baik berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat. Api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sehingga penyebarannya dapat dicegah,” tegas Kapolsek Loa Janan.
Guna mengantisipasi risiko bahaya tersembunyi, personel gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi seusai api padam. Tim terus menyisir area untuk melakukan pendinginan (cooling down) pada titik-titik yang masih menyimpan bara api tersembunyi serta menjalankan pemantauan berkala guna memastikan tidak ada potensi munculnya titik api baru (hotspot).
Menyikapi kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering, Kapolsek Loa Janan turut melayangkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bersama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum api meluas,” pungkasnya. (vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi

