SwaraMediaKaltim.com – Putri Muslimah Kaltim 2026 merupakan ajang pencarian bakat sekaligus panggung dakwah dan pengembangan diri bagi generasi muslimah di Kalimantan Timur. Mengusung nilai-nilai keislaman dan budaya, kompetisi ini tidak hanya menilai kecantikan fisik, tetapi juga akhlak, bakat, dan wawasan keislaman para pesertanya.
Ajang Puteri Muslimah Kaltim dikenal sebagai wadah penting untuk pengembangan diri sekaligus media dakwah bagi muslimah muda di Banua Etam. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan, karakter, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Tahun ini sebanyak 12 finalis terbaik dari berbagai daerah di Kaltim turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para finalis berasal dari Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Samarinda, dan Penajam Paser Utara.
Pemerintah Provinsi Kaltim menyambut baik konsistensi pelaksanaan acara ini setiap tahunnya. Sebanyak 12 finalis menampilkan akhlak mulia, bakat, serta wawasan keislaman yang mendalam demi meraih gelar bergengsi Puteri Muslimah Kaltim 2026.
Selama masa karantina, para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan luar saja. Mereka dibekali dengan berbagai materi penguatan karakter, mulai dari kelas kepemimpinan, kepribadian, literasi digital, hingga pendalaman ilmu agama dan sosial.
12 para finalis yang menyisihkan ratusan pendaftar dari berbagai kabupaten dan kota ini, ditantang untuk menunjukkan wawasan luas, kemampuan publik, serta program kontribusi nyata bagi masyarakat.
Langkah ini dilakukan agar siapapun yang terpilih nantinya mampu menjadi role model yang menginspirasi lingkungan sekitar, sekaligus menjadi duta daerah yang membawa pesan damai dan kemajuan.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, berharap Puteri Muslimah Kaltim 2026 ini, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas generasi muslimah di daerahnya masing masing.
“Melalui ajang Puteri Muslimah Kaltim 2026 ini, diharapkan lahir generasi perempuan penggerak yang siap mengambil peran strategis di berbagai lini pembangunan daerah,” ujar Ririn dalam ajang Grand Final Puteri Muslimah di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu 23 Juni lalu.
Ririn menyebut, dengan kombinasi antara prestasi, kecerdasan, dan kesantunan budi pekerti, para lulusan ajang ini diproyeksikan mampu membawa nama baik Kalimantan Timur di kancah nasional maupun internasional.
“Puteri Muslimah memiliki peran penting dalam membangun citra positif sekaligus mendukung pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam memperkuat syiar Islam di Kaltim. Inilah branding seorang Puteri Muslimah bisa membersamai untuk meningkatkan syiar agama Islam,” ujarnya.
Pada puncak Grand Final Puteri Muslimah Kaltim 2026. Suasana penuh semangat dan elegansi mewarnai rangkai kegiatan tersebut. Para finalis terbaik dari berbagai daerah di Kaltim tampil percaya diri menunjukkan kemampuan, wawasan, kepribadian, serta pesona mereka di hadapan dewan juri dan para tamu undangan.
Pada malam puncak ini, para peserta bersaing untuk memperebutkan posisi Top 10 hingga akhirnya terpilih Top 3 Puteri Puteri Muslimah Kaltim 2026 yang akan menjadi representasi, inspiratif, berprestasi, dan berpengaruh bagi generasi muda.
Gelar juara utama (Juara 1) pada kompetisi ini dimenangkan oleh perwakilan dari Kutai Timur, sedangkan posisi Juara 3 diraih oleh perwakilan dari Paser. Sementara perwakilan Kutai Barat (Siti Saridah) berhasil meraih gelar Juara 2 pada ajang Puteri Muslimah Kaltim 2026. (adv)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


