SwaraMediaKaltim.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menghadiri Workshop Keamanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bertema “Penguatan Sistem dan Operasional Keamanan TIK” yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (9/6/2026).
Sri Wahyuni menegaskan, bahwa penguatan keamanan sistem dan operasional TIK tidak dapat dipandang sebelah mata. Menurutnya, kesadaran terhadap keamanan digital harus dibangun secara sistematis, mulai dari pimpinan hingga staf teknis di setiap perangkat daerah.
“Kita sebagai pengguna sistem TIK dalam struktur pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap layanan yang diberikan tidak memiliki celah yang dapat dimasuki perangkat lunak berbahaya (malware). Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap serangan siber, sehingga hal ini perlu mendapat perhatian serius,” ujar Sri Wahyuni.
Sri juga mengingatkan bahwa dalam proses pelayanan digital terdapat potensi transfer data yang tidak disadari dan dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan pemantauan terhadap sistem.
“Kita tentu tidak ingin terjadi kebocoran data atau bahkan yang paling ekstrem, sistem menjadi lumpuh akibat serangan malware. Hal ini tidak kita harapkan karena kita bertanggung jawab memberikan pelayanan publik yang sebaik-baiknya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa sistem pemerintahan berbasis elektronik ke depan akan bertransformasi menuju pemerintahan digital. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan tahapan yang matang, termasuk penguatan aspek keamanan siber.
“Di Kaltim kita sudah melaksanakan pelatihan digital leadership, tetapi itu saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan kesadaran bahwa penggunaan sistem digital wajib diikuti dengan penguatan sistem keamanannya. Karena ancaman yang tidak terlihat ini justru dapat sangat membahayakan. Jika terganggu, dampaknya adalah menurunnya kepercayaan publik,” jelas Sri.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini secara optimal melalui diskusi dan pendalaman materi sehingga mampu meningkatkan pemahaman terhadap risiko keamanan informasi dan ancaman siber.
“Dengan pemahaman yang baik, kita dapat mengambil langkah yang tepat dalam melindungi aset informasi, menjaga kerahasiaan data, memastikan integritas sistem, serta menjamin ketersediaan layanan digital bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kaltim, HM Faisal mengingatkan pentingnya penguatan keamanan siber, seiring meningkatnya integrasi sistem pemerintahan.
“Semakin kita mengintegrasikan sistem dan mempermudah pelayanan, semakin rentan pula sistem tersebut terhadap ancaman. Hampir seluruh OPD sudah terhubung dalam server Kominfo, sementara kita tidak selalu mengetahui perlakuan masing-masing aplikasi dan situs web. Jika terdapat satu titik lemah, dampaknya dapat meluas,” ujar Faisal.
Workshop ini turut dihadiri kepala dan staf OPD di lingkungan Pemprov Kaltim, Head of UBT PT SUCOFINDO Sugeng Prayitno, Director of KISA Southeast Asia Ms. Kwon Hyun O, Vice President of LSware Inc. Mr. Bennet Lee, President Director PT LSware Teknologi Indonesia Mr. Kim Man Sun, Specialist PT LSware Teknologi Indonesia Imam Karmawijaya, serta para undangan lainnya. (aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


