SwaraMediaKaltim.com – Warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendadak digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam sebuah rumah kontrakan pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Korban diketahui bernama Kholid Jaelani (39), seorang pria yang berprofesi sebagai wiraswasta asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jenazah korban pertama kali ditemukan warga setelah kecurigaan muncul akibat aroma tidak sedap yang menyengat serta dikerumuni banyak lalat di area bangunan tersebut.
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kasihumas Aiptu Syafruddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa personel Polsek Penajam bersama Tim Inafis Polres PPU langsung bergerak cepat mendatangi lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, meminta keterangan para saksi, mendata identitas korban, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk dilakukan visum,” ujar Syafruddin saat memberikan keterangan.
Peristiwa penemuan ini berawal sekitar pukul 15.30 WITA ketika salah seorang warga yang melintas di depan rumah kontrakan korban mencium bau tidak sedap dan melihat kerumunan lalat yang tidak biasa di sekitar jendela kamar. Curiga dengan kondisi tersebut, warga segera melapor kepada Ketua RT setempat.
Ketua RT bersama warga kemudian mendatangi kontrakan untuk melakukan pengecekan. Saat pintu diperiksa sekitar pukul 16.00 WITA, aroma pembusukan semakin kuat terasa dari dalam ruangan. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamarnya. Kejadian itu pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Dalam proses olah TKP, Tim Inafis Polres PPU mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban untuk kepentingan penyelidikan, di antaranya satu unit telepon genggam dan dompet milik korban.
Kasihumas menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal di tempat kejadian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kendati demikian, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.
“Penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil visum serta pemeriksaan medis lebih lanjut dari pihak rumah sakit,” terangnya.
Proses evakuasi dan pengamanan lokasi penemuan jenazah turut melibatkan sinergi dari Tim Inafis Polres PPU, personel Polsek Penajam, Pospol Petung, serta unsur masyarakat setempat.
Saat ini, jenazah Kholid Jaelani masih berada di Ruang Jenazah RSUD Ratu Aji Putri Botung, PPU, untuk menjalani prosedur pemeriksaan medis dan visum. Pihak kepolisian menegaskan penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya di media sosial. Percayakan seluruh proses penanganan ini kepada kepolisian dan tim medis,” tegas Syafruddin. (isdam)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi

