Swaramediakaltim.com – Pemprov Kaltim melalui berbagai inovasi yang dibangun hingga saat ini mampu meningkatkan pendapatan daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama pada 2024 lalu.
Karena itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik mengapresiasi apa yang sudah dilakukan jajaran Bapenda Kaltim, terutama dengan berbagai system aplikasi yang dibangun, sehingga penerimaan pendapatan maupun penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kaltim terealisasi dengan baik dan lancar.
“Karena inovasi tersebut, kita bisa mengetahui secara berkelanjutan dan riil berapa pajak yang masuk. Bahkan, kita bisa mengetahui berapa pembagiannya kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kaltim,” kata Akmal Malik usai menghadiri syukuran Khataman Alquran dan penyantunan kepada anak yatim di Kantor Bapenda Kaltim, Jalan MT Haryono Samarinda, Senin 6 Januari 2025.
Bagi Akmal, ini system yang pertama dilakukan di Indonesia. Yaitu, Kaltim membangun inovasi Simpator dan Simpenda. Melalui berbagai inovasi yang dilakukan tersebut, mampu mendukung peningkatan kerja jajaran Bapenda Kaltim.
“Menurut saya, ini pertama di Indonesia. Pertama, kita tahu secara riil waktu ke waktu berapa penerimaan pajak yang masuk hari ini. Untuk itu, kabupaten dan kota silahkan cek ke system tersebut,” jelasnya.
Kenapa hal itu diminta Akmal, agar Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kaltim juga mengetahui dan bertanggungjawab atas penerimaan tersebut.
Bahkan, Akmal meminta agar Kabupaten dan Kota se Kaltim juga memiliki target masing-masing. Sehingga, bisa bersama-sama mendorong PAD dari sisi PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terus meningkat dan tepat sasaran.
Melalui system yang dibangun Bapenda Kaltim dapat menjadi monitoring seluruh pihak. Akmal menilai, tidak hanya bagi Pemprov Kaltim saja, melainkan wajib pajak, pemerintah kabupaten dan kota serta semua pihak.
“Inilah tanggung jawab bersama untuk meningkatkan PAD kita. Karena itu, saya minta Kabupaten dan Kota se Kaltim memiliki target untuk penerimaan pendapatan mereka. Esensi dari otonomi daerah adalah peningkatan pendapatan daerah untuk kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Makanya, Pemprov juga berkolaborasi dengan Baznas dan pihak lainnya,” jelas Akmal.
Bahkan, untuk memastikan bagaimana proses mengetahui penerimaan itu, Pj Gubernur Akmal bersama Kepala Bapenda Kaltim Hj Ismiati menyempatkan melihat server dan staf yang sedang bertugas merekap penerimaan tersebut.(*aya)
![]()


