SwaraMediaKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), melalui Dians Pariwisata (Dispar) Kubar, secara resmi menutup rangkaian lomba kesenian tradisional daerah yang diikuti puluhan sanggar seni dari 16 Kecamatan se-Kubar di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (6/6/2026) malam.
Lomba kesenian tradisional daerah ini berlansung pada Selasa 2 Juni lalu, yang dibuka oleh Wakil Bupati Kubar H Nanang Adrian dalam agenda Festival Sempekat Harmoni Budaya 2026, sekaligus memamerkan bazar kuliner menarik dibawah naungan Dekranasda Kubar yang menjadi magnet masyarakat.
Penutupan festival ini dipimpin langsung oleh Bupati Kubar Frederick Edwin, dalam acara yang berlangsung dengan meriah. Plt Kepala Dispar Kubar FX Sumardi, menegaskan bahwa pelaksanaan festival ini juga merupakan bentuk dukungan Pemkab Kubar, terhadap perkembangan sanggar-sanggar seni yang ada diwiyalah ini.
“Festival Harmoni Budaya ini bertujuan untuk melestarikan tradisi, mempromosikan keberagaman, dan merajut persatuan di tengah masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Bisa kita lihat selama enam hari pelaksanaan festival ini, selain menjadi media interaksi kesenian dan budaya, juga berperan penting sebagai sarana pariwisata, penguatan identitas budaya, serta ruang ekonomi kreatif melalui bazar kuliner oleh pelaku UMKM,” tutur Sumardi.

Sumardi mengatakan, Festival Sempekat Harmoni Budaya juga diharapkan menjadi penghubung menuju Festival Dahau yang selama ini menjadi agenda budaya terbesar di Kubar. Melihat animo masyarakat, festival ini juga diharapkan masuk dalam Calendar of Event Dispar Kubar.
“Festival ini pertama kali dilaksanakan di Kubar. Harapan kami festival sempekat harmoni budaya ini, masuk dalam jadwal Calendar of Event Dispar Kubar. Sehingga dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku UMKM di Kubar,” tukas Sumardi.
Diketahui Dispar Kubar aktif melakukan pelestarian dan edukasi warisan leluhur, yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal dan mengapresiasi seni tari, musik tradisional, ritual adat, hingga permainan rakyat khas daerah.
Tidak hanya itu, berbagai event dilaksanakan terbukti jadi penggerak ekonomi kreatif, membuka peluang besar bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk kerajinan tangan, tenun, dan kuliner khas daerah kepada pengunjung.
Penguat identitas dan kohesi sosial, Festival Sempekat Harmoni Budaya menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan, memperdalam solidaritas, serta memperkuat rasa bangga terhadap akar budaya lokal. (adv)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


