Beranda » Musim Kemarau Gubernur Rudy Mas’ud Minta Desa Perketat Larangan Bakar Lahan

Musim Kemarau Gubernur Rudy Mas’ud Minta Desa Perketat Larangan Bakar Lahan

SwaraMediaKaltim.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum). Selain melakukan pemadaman api, Gubernur Harum berharap langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara masif.

Gubernur Harum meminta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) segera mengirimkan surat untuk mengingatkan para kepala desa agar mencegah warganya membakar sampah dan lahan.

“Segera lakukan langkah-langkah persuasif. Poinnya, lebih baik kita mencegah daripada memadamkan. Kebakaran yang meluas akan menyebabkan banyak kerugian, salah satunya menimbulkan asap dan pencemaran udara,” tegas Gubernur Harum saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (31/8/2026).

Para kepala desa perlu diingatkan kembali untuk mengimbau warganya agar tidak membakar sampah, apalagi lahan. Pasalnya, kualitas udara di Kaltim akan terus memburuk jika kondisi ini tidak segera dikendalikan.

Untuk mendukung imbauan tersebut, Gubernur Harum juga meminta para kepala desa berkoordinasi dengan aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas dan TNI melalui Babinsa.

“Hari ini saya akan bertemu Pangdam dan Kapolda. Masalah ini nanti akan saya sampaikan,” kata Gubernur.

Pada musim kemarau ini, Gubernur Harum meminta masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah. Pasalnya, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan tren yang kurang baik.

Di Kaltim, hanya Kota Bontang yang saat ini masuk kategori “Baik”, dengan skor 0–50. Sementara itu, kabupaten dan kota lainnya berada pada kategori “Sedang” dengan skor 51–100 dan “Tidak Sehat” dengan skor 101–200. Bahkan, beberapa titik di Kabupaten Kutai Barat masuk kategori “Berbahaya” dengan skor lebih dari 300.

Parameter utama pencemar udara meliputi karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, ozon permukaan, dan partikel debu.

“Untuk daerah-daerah yang masuk kategori Berbahaya, saya minta sekolah-sekolah sementara daring dulu,” saran Gubernur.

Untuk aktivitas di luar ruangan, Gubernur Harum juga mengimbau masyarakat agar selalu mengenakan masker. Imbauan untuk tidak membakar lahan dan sampah ini penting agar angka kejadian karhutla dapat terus ditekan sekaligus kualitas udara semakin membaik.

“Kalau kita membakar, mungkin apinya bisa padam atau kita padamkan. Tapi asapnya tidak bisa kita kendalikan. Ini akan menjadi masalah dan berbahaya bagi kesehatan,” tandas Gubernur.

Dia juga meyakini pencemaran udara bukan hanya berasal dari karhutla. Pencemaran udara juga dapat berasal dari aktivitas pertambangan batu bara dan perkebunan.

“Saya minta Dinas Lingkungan Hidup buat kajian komprehensif untuk masalah ini,” tegas Gubernur.

Morning Briefing dimoderatori Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim. (aya)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!