Beranda » Mesin PLN Sering Kena Banjir, Pemkab Mahulu Usulkan Relokasi Dataran Lebih Tinggi

Mesin PLN Sering Kena Banjir, Pemkab Mahulu Usulkan Relokasi Dataran Lebih Tinggi

SwaraMediaKaltim.com – Pemerintah dan PLN terus berupaya merelokasi atau meninggikan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di wilayah rawan banjir, khususnya di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur.

Pemindahan ini bertujuan mengamankan pasokan listrik dan mencegah kerusakan parah pada infrastruktur pembangkit saat debit air sungai mahakam meluap. Sebab pemadaman darurat sering dilakukan, sebagai protokol keselamatan saat banjir mencapai mesin pembangkit. PLN terpaksa memutus aliran listrik sementara waktu untuk mencegah korsleting.

Disela peninjauan Lokasi banjir, Wakil Bupati Mahulu Suhuk, menyoroti persoalan kelistrikan di Kecamatan Long Hubung saat ini, sumber kelistrikan PLN berada di wilayah yang dinilai rawan terdampak banjir. Untuk itu pemerintah berencana mengusulkan relokasi lokasi fasilitas kelistrikan demi keamanan masyarakat.

“Kami tidak ingin ketika listrik dinyalakan justru membahayakan warga, karena sebagian masyarakat menggunakan pompa air dan instalasi listrik yang berisiko tinggi saat banjir,” tutur Suhuk disela peninjauan Lokasi banjir diwilayah Kecamatan Long Hubung, Rabu (20/5/2026).

Ia juga menaruh perhatian terhadap jaringan telekomunikasi yang sering terganggu saat banjir terjadi. Pemkab Mahulu telah mengusulkan peningkatan sistem jaringan kepada pemerintah pusat, termasuk mendorong tower telekomunikasi memiliki sumber daya listrik mandiri agar tetap berfungsi meski aliran PLN padam.

“Langkah tersebut sangat penting agar komunikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat tetap berjalan selama kondisi darurat banjir berlangsung. Untuk mencegah kerusakan jangka pendek, area mesin darurat atau panel trafo harus ditinggikan di atas permukaan tanah agar tidak mudah terendam air,” tuturnya.

Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan bahwa penghentian sementara aliran listrik sebelumnya dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga keselamatan masyarakat di wilayah terdampak genangan air yang sebelumnya telah dikoordinasikan bersama stakeholder terkait dilapangan.

“Sejak awal kejadian, petugas PLN terus bersiaga dan melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan aman sebelum dilakukan penormalan. Alhamdulillah, setelah kondisi dinyatakan aman dan melalui pemeriksaan teknis secara menyeluruh, sistem kelistrikan berhasil kami normalkan kembali secara bertahap hingga seluruh pelanggan kembali menyala,” ujar Agung.

Ia menambahkan bahwa proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan baik bagi masyarakat maupun petugas PLN di lapangan saat berada dalam situasi banjir melanda wilayah Mahulu dan Kutai Barat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan. Keselamatan menjadi prioritas utama kami dalam setiap proses penanganan gangguan kelistrikan. Kami juga mengapresiasi kolaborasi dan dukungan seluruh stakeholder serta masyarakat sehingga proses pengamanan dan pemulihan kelistrikan dapat berjalan dengan baik,” jelasnya. (adv)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan