Wabup Nanang Adriani Minta MPA Jadi Garda Terdepan
SwaraMediaKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat resmi membuka Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Wilayah V Samarinda, Senin (24/8/2026) pagi. Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kutai Barat, H Nanang Adriani, yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis.
Untuk itu Pemkab Kubar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terus memperkuat mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memobilisasi 490 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Seluruh personel binaan ini disiapkan untuk mempersempit ruang gerak munculnya titik api di tingkat tapak.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan memadamkan Karhutla di wilayah Kutai Barat. Untuk mengoptimalkan pemantauan dan tindakan di lapangan, ratusan personel tersebut dibagi ke dalam dua kelompok kerja utama, Fire Crew 1: Memiliki kekuatan sebanyak 280 personel dan Fire Crew 2: Memiliki kekuatan sebanyak 210 personel.
Para relawan ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam merespons potensi karhutla. Tugas utama mereka mencakup patroli rutin, deteksi dini melalui pemantauan wilayah, serta melakukan penanganan awal (outbreak response) sebelum api meluas dan membahayakan pemukiman atau kawasan hutan sekitar.
Dalam sambutannya, Wabup Nanang Adriani menegaskan bahwa Karhutla adalah ancaman serius yang berdampak langsung pada lingkungan, kesehatan, kualitas udara, hingga kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.
“Jangan sampai api yang kecil menjadi bencana yang besar. Kita tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah membesar, tetapi harus memperkuat pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan, dan penanganan sejak awal,” tegas Nanang.
Ia mengapresiasi tim gabungan yang berhasil melokalisasi sejumlah titik api di Kutai Barat, seraya mengingatkan bahwa pos pemantauan tetap disiagakan. Nanang mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menegaskan pentingnya sinergi antara Pemkab, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, hingga masyarakat kampung.
Kepala BP2SDM Wilayah V Samarinda, Elfa Rifaldi, S.Hut., M.Hut., menyambut baik kemitraan strategis yang telah terjalin selama lima tahun bersama BPBD Kutai Barat. Ia menekankan bahwa medan Karhutla di kabupaten kerap tidak terjangkau kendaraan pemadam perkotaan, sehingga penguasaan peralatan taktis mandiri seperti pompa punggung sangat krusial.
Melalui pelatihan intensif ini, Pemkab Kutai Barat berharap seluruh anggota MPA mampu merespons Karhutla secara cepat, tepat, dan aman demi menjaga kelestarian lingkungan Kutai Barat. (vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi

