SwaraMediaKaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengucurkan anggaran sebesar sekitar Rp69,57 miliar, untuk membangun proyek jalan pintas guna membuka keterisolasian di empat kampung terpencil.
Kampung tersebut meliputi Deraya, Tanjung Soke, Gerunggung, dan Lemper yang terletak di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Pemprov Kaltim secara khusus menggeser prioritas anggaran dari jalur Sotek–Bongan untuk mendahulukan jalan pintas ini demi memberikan asas keadilan bagi masyarakat pedalaman.
Kabar gembira ini disampaikan langsung Bupati Kubar Frederick Edwin, didampingi Pj Sekda Kubar Kamius Junaidi, Plt Kepala BKAD Erik Victory, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Michael Hermawan dan Kabid PSDAIK Bappeda Litbang Merisa Dilang, dalam Press Conference kepada awak media di ruang diklat lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Kamis (4/6/2026).
“Kita apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud beserta jajaran Pemprov Kaltim atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Kubar, khususnya rekonstruksi ruas Jalan Bongan-Gerunggung,” ujar Bupati Edwin.
Fokus utama pembangunan jalan dari KM 88 hingga Kampung Gerunggung dengan estimasi panjang 22 hingga 25 kilometer. Konektivitas antar-kampung yakni, jarak Gerunggung ke Tanjung Soke sepanjang 5 km, Tanjung Soke ke Deraya sepanjang 10 km, serta Deraya menuju Lemper sekitar 10 km.
“Pemkab Kubar juga mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan jalan beton sepanjang dua kilometer. Program tersebut akan disinkronkan dengan rencana penanganan jalan oleh Pemprov Kaltim,” tutur Edwin.
Infrastruktur jalan yang buruk selama bertahun-tahun sempat membuat wilayah ini terisolasi. Melalui intervensi bertahap terhadap Indeks Desa Membangun (IDM), perkembangan wilayah ini menunjukkan tren positif.
“Kampung Lemper, berhasil naik kelas menjadi Desa Berkembang pada tahun 2025. Kampung Tanjung Soke, Deraya dan Gerunggung, masih berstatus desa tertinggal, namun diprioritaskan penuh agar segera menyusul menjadi desa berkembang seiring tuntasnya proyek jalan ini,” jelas Edwin.
Tujuan proyek tersebut, memotong waktu tempuh logistik, membuka akses terhadap jaringan listrik PLN, serta meningkatkan sinyal telekomunikasi bagi lebih dari 800 jiwa penduduk setempat.
“Saya juga mengapresiasi kontribusi pemerintah daerah sebelumnya yang secara konsisten melakukan pembangunan sehingga Kampung Lemper dapat naik status menjadi kampung berkembang pada tahun 2025 lalu,” tambah Edwin.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini sejak tahun 2017 hingga 2025, Pemkab Kubar telah melakukan berbagai penanganan pada ruas jalan tersebut. Di antaranya melalui kegiatan rekonstruksi jalan sekitar 8,25 kilometer, pembangunan satu unit jembatan belly, serta sejumlah jembatan darurat yang menghubungkan 12 titik sungai diwilayah ini.
Saat ini kondisi jalan menuju tiga kampung tertinggal itu terdiri atas jalan beraspal dan beton sepanjang sekitar 10,17 km. Sementara sisanya sepanjang 34,83 km masih berupa jalan tanah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Harapannya Pemprov Kaltim terus mendukung percepatan peningkatan konektivitas untuk masyarakat wilayah ini. Sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga di kawasan pedalaman Kecamatan Bongan,” pungkasnya. (adv)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


