SwaraMediaKaltim.com – Jelang Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur fokus meningkatkan keselamatan dengan melakukan ramp check (pemeriksaan kelayakan) pada ratusan armada. Pemeriksaan difokuskan pada bus di terminal Tipe A, pool bus, dan rest area untuk memastikan kelayakan operasional.
Pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum menjelang mudik Lebaran 2026, khususnya mulai H-10, dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang sekaligus menjaga stabilitas distribusi barang.
“Pengawasan difokuskan pada kelayakan teknis kendaraan di terminal dan pengecekan kesehatan pengemudi,” kata Kepala Dishub Kaltim Yusliando, didampingi Sekretaris Dishub Yuki Subekti, saat mengikuti kunjungan kerja Wagub Kaltim Seno Aji di Muara Badak, Kamis, 12 Maret 2026.
Dishub melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan kota dan antarkota, serta mewajibkan pengemudi menjalani pemeriksaan kesehatan di posko-posko terminal.
Sebanyak tujuh posko pengawasan disiapkan di Balikpapan (termasuk MT Haryono dan KM 13) yang terintegrasi dengan Polri. Pemantauan arus lalu lintas juga didukung 167 kamera pengawas.
Kegiatan ramp check juga dilakukan Dishub Kaltim bekerja sama dengan KSOP Samarinda dan Dishub kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan, khususnya kelengkapan administrasi kapal yang akan beroperasi selama periode mudik Lebaran, di antaranya kapal penumpang di Dermaga Sungai Kunjang, Samarinda.
Pemeriksaan administrasi menjadi bagian penting untuk memastikan kapal yang melayani rute Samarinda menuju Kutai Barat hingga Mahakam Ulu benar-benar memenuhi syarat operasional.
“Dokumen kapal, sertifikat keselamatan, hingga status izin operasional diperiksa sebelum kapal diizinkan berlayar,” jelasnya.
Yusliando menambahkan, ramp check dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran. Sebab, tren pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan penumpang mulai terlihat beberapa hari sebelum hari raya.
“Melihat tren sebelumnya, biasanya mulai H-3 sudah terjadi peningkatan penumpang. Namun tahun ini kami perkirakan sejak beberapa hari ke depan, 13–15 Maret, sudah mulai terlihat kenaikan karena masyarakat memasuki masa libur,” sebutnya.
Menurutnya, rute Samarinda menuju wilayah hulu Mahakam seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu masih menjadi jalur transportasi sungai yang cukup diminati masyarakat.
Sebanyak 23 armada kapal disiagakan di Dermaga Mahakam Hulu (Mahulu) Samarinda/Sungai Kunjang untuk melayani penumpang dan logistik menuju Kutai Barat dan Mahakam Ulu menjelang mudik Lebaran 2026.
“Umumnya kapal-kapal berkapasitas sekitar 80–100 penumpang. Kapal menyediakan tempat tidur, tempat duduk, serta mengangkut barang logistik,” tambahnya.
Waktu tempuh dari Samarinda ke Melak (Kutai Barat) mencapai kurang lebih 20 jam, sementara ke Mahakam Ulu membutuhkan waktu lebih lama.
“Meskipun ada jalan darat, jalur sungai ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena biayanya lebih ekonomis,” pungkasnya. (adv/aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


