SwaraMediaKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dengan Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, di Jakarta, Senin 9 Maret 2026.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Kutai Barat dan Bulog berencana membangun gudang penyimpanan pangan di wilayah Kutai Barat. Kehadiran gudang ini diharapkan dapat memperlancar distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta berbagai komoditas pangan lainnya.
Frederick Edwin mengatakan, pembangunan gudang Bulog akan mempercepat distribusi bahan pangan sekaligus memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran kepada masyarakat. Dengan adanya fasilitas penyimpanan di daerah, distribusi beras dan kebutuhan pokok lainnya tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah sehingga proses penyaluran bisa lebih cepat.
“Kolaborasi ini jadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan di Kubar. Nantinya dengan kehadiran gudang Bulog di Kubar, penyaluran beras SPHP dan berbagai komoditas pangan lainnya bisa lebih lancar, cepat, dan tepat sasaran,” kata Edwin dikutip dari kanal media sosial miliknya.

Pemerintah daerah juga berharap kerja sama ini mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kutai Barat, sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.
“Harapannya harga bahan pokok bisa lebih stabil dan masyarakat Kubar makin mudah mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Edwin menegaskan, kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem ketahanan pangan di Kutai Barat ke depannya.
“Harapannya harga bahan pokok bisa lebih stabil dan masyarakat Kubar makin mudah mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Langkah kecil hari ini, dampaknya besar buat Kubar ke depan. Pemkab Kubar dan Bulog sepakat bangun gudang pangan di Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman,” pungkasnya. (*ris)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


