Beranda » Gubernur Kaltim Desak PT Telkom Percepat Akses Internet di Pedalaman

Gubernur Kaltim Desak PT Telkom Percepat Akses Internet di Pedalaman

Gubernur Kaltim Desak PT Telkom Percepat Akses Internet di Pedalaman

Swaramediakaltim.com – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Rudy Mas’ud (Harum) mendesak PT Telkom untuk mempercepat perluasan jaringan dan membuka akses internet di wilayah pedalaman bahkan perbatasan.

Menurut Harum, ketersediaan akses digital merupakan kunci untuk mengatasi kesenjangan dan mendorong pembangunan yang merata di seluruh Kaltim.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Harum saat kunjungan kerja ke wilayah utara Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Timur, Senin 14 Juli 2025.

Diakui Harum, kesulitan akses sinyal dan internet yang masih dialami masyarakat di sejumlah kabupaten, seperti Kutai Timur dan Berau bagian utara, termasuk wilayah barat (Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Mahakam Ulu), juga wilayah selatan (Penajam Paser Utara dan Paser).

“Intinya bagaimana kegiatan digitalisasi bisa terkoneksi kepada warga Kaltim tanpa terkecuali,” tegas Harum.

Kemajuan teknologi, lanjut Harum, untuk bisa terkoneksi dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk program digitalisasi.

Tidak terkecuali, warga yang berada di dalam hutan, kebun dan kawasan pertambangan agar terkoneksi dengan baik. Gubernur Harum berharap Telkom membuka jaringan agar masyarakat bisa menggunakan WhatsApp (WA) tidak perlu GSM.

“Sebab GSM menggunakan tower (BTS) biaya besar. Telkom cukup menggunakan fiber optik (FO) melalui PLN,” ungkap Harum.

Memanfaatkan FO, maka Wi-Fi atau internet warga di pedalaman maupun desa-desa yang tidak teraliri listrik dan jaringan telepon seluler, namun sudah terkoneksi dengan digitalisasi.

“PLN memiliki jaringan (kabel) bisa digunakan untuk Wi-Fi bisa dikembangkan bersama PT Telkom. Supaya daerah terpencil tetap terkena jaringan internet dan bisa menggunakan WA,” beber Harum.

Head of Telkom Daerah Bontang dan Kutai Timur Ari Iryanto menyebutkan 37 desa dari 140 desa di Kabupaten Kutai Timur merupakan desa blankspot jaringan internet. “Sedangkan 103 desa sudah aktif sinyal (jaringan),” sebutnya.

Untuk seluler telah tercover dari Telkomsel sekitar 73 persen dan jumlah tersedia 265 set yang berada di 103 desa. “Seluruh kecamatan sebanyak 18 kecamatan di Kutai Timur telah terjangkau jaringan internet,” tambahnya.

Kepala Dinas Kominfo Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan kecamatan seluruh wilayah Kaltim sudah tercover FO, sehingga memungkinkan untuk jalur internet. “Kutai Timur medan cukup berat dan jaringan FO belum menyentuh seluruh desa,” jelasnya.

Sehingga internet desa menggunakan beberapa provider seperti Telkom dan Iconplus (anak perusahaan PLN) yang mempunyai hak memasang jaringan di tiang-tiang PLN. Khusus Kutim, Diskominfo bekerjasama Comtelindo untuk mengatasi beberapa wilayah yang blankspot.

Comtelindo diakuinya, memiliki FO banyak, bahkan Pemkab Kutim menggunakan provider Comtelindo untuk desa-desa blankspot.

Pemasangan internet desa untuk program Gratispol sudah terpasang 233 desa dari target 600 desa (anggaran murni APBD 2025) update Senin 14 Juli 2025). “Sehingga ada pertambahan 30 desa dari laporan minggu lalu internet desa,” imbuhnya.

Faisal menerangkan Kutai Timur, Berau, Kutai Barat dan Mahakam Ulu terjadi progress agak lambat sebab jarak dan infrastruktur jaringan belum terpasang ke desa-desa. “Di Kutim sudah terpasang 64 desa dari 139 desa,” sebutnya lagi. (aya)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Loading

error: Content is protected !!