SwaraMediaKaltim.com – Jagat media sosial (medos) sempat dihebohkan oleh video aksi penghadangan sekelompok massa terhadap sebuah mobil mewah di area Bandara Melalan, Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
Banyak narasi liar yang beredar menyebutkan bahwa mobil tersebut ditumpangi oleh pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) pada Jumat 3 Juli 2026. Namun, fakta di lapangan sebaliknya. Mobil yang menjadi sasaran riuh massa tersebut ternyata sama sekali tidak membawa sang Dai Nasional tersebut.
Lantas, mobil apa yang sebenarnya dikendarai oleh UAS selama kunjungan dakwahnya di Kota Sendawar, Bumi Tanaa Purai Ngeriman, Kutai Barat itu ?
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak panitia penyelenggara dan otoritas keamanan setempat, mobil jenis Mitshubisi Pejero Sport berwarna hitam yang sempat dikerumuni sekelompok massa di bandara, sebenarnya merupakan mobil operasional yang disiapkan untuk penjemputan awal.
Namun, demi alasan keamanan dan kelancaran mobilisasi mengingat antusiasme serta situasi massa yang dinamis di bandara, pihak protokol telah melakukan pengalihan jalur dan kendaraan sejak awal. Saat insiden penolakan atau penghadangan oleh segelintir kelompok itu terjadi, UAS dipastikan sudah tidak berada di area tersebut dan telah menggunakan kendaraan lain.
Ini kendaraan asli yang ditumpangi UAS, hal itu guna menghindari gesekan dan menjaga situasi tetap kondusif, tim kawal dan panitia lokal mengamankan UAS menggunakan mobil Isuzu D-Max jenis Double Cabin Pick-up Truck, berwarna hitam dop yang terlihat jauh lebih kasual dan tidak mencolok.
UAS dilaporkan keluar melalui jalur alternatif bandara yang terpisah dari konsentrasi massa. Penggunaan mobil hitama dop yang tampak biasa ini, terbukti efektif mengecoh perhatian publik, sehingga rombongan utama sang dai bisa melenggang aman menuju lokasi acara tanpa hambatan.
“Ustaz dalam kondisi yang sangat sehat dan aman. Mobil yang ramai di video itu bukan mobil yang beliau tumpangi saat keluar bandara melalan. Ada strategi pengalihan demi kenyamanan bersama,” ujar salah satu perwakilan panitia lokal yang enggan disebutkan namanya.
Agenda dakwah tetap berjalan lancer, meski sempat diwarnai riak kecil di pintu gerbang keluar Bandara Melalan, agenda tabligh akbar dan silaturahmi keagamaan yang dihadiri oleh ribuan jamaah di Kutai Barat tetap berlangsung dengan khidmat dan aman.
Kata dia pihak aparat gabungan TNI-Polri diwilayah Kutai Barat juga telah menyiagakan personel berlapis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan UAS di Kabupaten Beradat ini berjalan kondusif hingga selesai.
“Pengamanan ketat dari pihak kepolisian mengerahkan sekitar 500 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan untuk memastikan situasi di lokasi ceramah tetap kondusif dan bebas dari aksi lanjutan,” imbunya.
Pantauan media ini dilapangan, seluruh rangkaian safari dakwah UAS berjalan dengan aman. Kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Al-Muttaqin Islamic Center Melak, dan Harlah ke-34 Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning tetap berlangsung tertib.
Untuk itu masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial tanpa adanya konfirmasi dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang di lapangan. (vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


