SwaraMediaKaltim.com – Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa mobil yang membawa pendakwah kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS), mendapat penghadangan dari sekelompok orang saat tiba di Bandara Melalan, Kutai Barat, Jumat 3 Juli 2026.
Setelah dilakukan penelusuran mendalam dan konfirmasi dari berbagai pihak berwenang di lapangan, kabar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Kronologi dan fakta di lapangan sebenarnya menunjukkan situasi yang bertolak belakang dengan narasi yang beredar.
Dalam video tersebut, terlihat personel kepolisian dan TNI melakukan pengamanan terhadap iring-iringan kendaraan rombongan UAS, yang sempat terjadi ketegangan saat sejumlah massa menghadang laju kendaraan rombongan.
Sebenarnya UAS tidak berada di dalam mobil yang dihadang oleh sekelompok massa saat tiba di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Berdasarkan penjelasan resmi dari pihak kepolisian, UAS sudah berada di kendaraan lain dan telah melintas lebih dulu dengan aman dari Bandara Melalan menuju Kecamatan Melak.
Trik pengalihan pihak aparat dan panitia sengaja membagi rombongan demi keamanan. Massa yang berkumpul di bandara mengira UAS berada di dalam mobil Mitsubishi Pajero Sport tersebut. Namun, setelah mereka memeriksa kendaraan yang dihadang, ternyata UAS tidak ada di dalamnya.
Kapolres Kutai Barat, AKBP Boney Wahyu Wicaknoso, melalui Kasi Humas Ipda Sukoco mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian safari dakwah UAS berjalan dengan aman. Kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Al-Muttaqin Islamic Center Melak dan Harlah Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning tetap berlangsung tertib.
Pihak Kepolisian (Polres Kutai Barat) bersama TNI Kodim 0912 Kubar, dan unsur pengamanan terkait, telah melakukan sterilisasi serta pengawalan ketat sejak dari area bandara hingga menuju lokasi acara guna menjamin kenyamanan seluruh pihak dalam menyambut kedatangan UAS di Kota Sendawar, Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Pengamanan ketat dari pihak kepolisian mengerahkan sekitar 500 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan untuk memastikan situasi di lokasi ceramah tetap kondusif dan bebas dari aksi lanjutan.
Ia juga membeberkan diketahui massa yang menolak berasal dari Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong. Ustaz Abdul Somad dijadwalkan mengisi Tabligh Akbar dan peringatan Hari Lahir Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning pada 3-4 Juli 2026.
“Aksi kelompok dipimpin koordinator Erika Siluq, menurut keteranggnya di Kepolisian Polres Kutai Barat, mereka bukan menghadang UAS, namun ingin bertemu secara langsung untuk menyampaikan sesuatu hal,” imbuhnya.
Diketahui kedatangan UAS di Kutai Barat justru berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan kondusif. Penyambutan hangat, bukan penghadangan. Alih-alih diadang, kedatangan UAS di bandara disambut hangat oleh panitia lokal, tokoh agama, tokoh adat, serta jajaran unsur pimpinan daerah setempat.
Kegiatan menjadi puncak perayaan Harlah ke-34 Ponpes Assalam Arya Kemuning, pada Sabtu 4 Juli 2026, dengan agenda utama tausiyah yang diikuti ribuan Jemaah Umat Muslim, yang menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan daerah.
Tokoh Nasional yang hadir Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Dai Nasional Prof. KH. Abdul Somad (UAS), Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, serta Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Kutai Barat H Nanang Adriani dan Sekda Kubar Erik Viktory.
Hadir juga mantan Walikota Samarinda (2010-2015 dan 2016-2021), Syaharie Jaang, mantan Wakil Bupati Kubar (periode 2006-2011) H Didik Effendi, Dandim 0912 Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono, serta Ketua TP-PKK Kaltim Hj Sarifah Suraidah Harum, Ketua TP-PKK Kubar Maria Christina Mozes dan Wakil Ketua TP-PKK Kubar Hj Dewi Hairiah Nanang.
Selain itu pada hari puncak kegiatan, juga dilakukan peletakan batu pertama renovasi kelas MTs-MA Subulussalam Ponpes Assalam Arya Kemuning, oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, dan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin.
Untuk itu pihak kepolisian dan tokoh masyarakat Kutai Barat mengimbau warga net (netizen) agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video atau informasi sepihak yang sengaja dibumbui narasi negatif. Masyarakat diharapkan selalu menerapkan prinsip saring sebelum sharing demi menjaga situasi daerah yang sudah sangat aman dan harmonis. (vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


