SwaraMediaKaltim.com – Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) sukses menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid II Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City, Kabupaten Tangerang. Perlombaan berlangsung pada 4 Juli 2026, sedangkan pengumuman juara dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada 5 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace.”
Sebanyak 180 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten berkompetisi pada tujuh cabang lomba, yakni Musabaqah Tartil Al-Qur’an Imam (35 peserta), Musabaqah Tilawah Al-Qur’an (40 peserta), Musabaqah Hifzh Al-Qur’an 15 Juz (21 peserta), Musabaqah Hifzh Al-Qur’an 30 Juz (15 peserta), Musabaqah Tafsir Al-Qur’an (12 peserta), Musabaqah Khutbah Jum’at (17 peserta), dan Musabaqah Azan (40 peserta).
Setiap cabang dirancang untuk mengukur kompetensi imam secara komprehensif. Musabaqah Tartil Al-Qur’an Imam menguji kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah tajwid sebagai representasi bacaan salat yang benar. Musabaqah Tilawah Al-Qur’an menilai keindahan nagham, fashahah, dan ketepatan tajwid. Musabaqah Hifzh Al-Qur’an terbagi dalam kategori 15 Juz dan 30 Juz untuk mengukur kualitas hafalan peserta.
Sementara itu, Musabaqah Tafsir Al-Qur’an menguji kemampuan memahami dan menjelaskan kandungan ayat secara ilmiah dan kontekstual. Adapun Musabaqah Khutbah Jum’at menilai penyusunan materi, retorika dakwah, ketepatan dalil, serta kemampuan menyampaikan pesan Islam yang moderat dan mencerahkan. Musabaqah Azan menguji makhraj, tajwid, kualitas suara, irama, adab, dan penghayatan dalam mengumandangkan azan.
Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat IPIM, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan, “Pandangan bahwa tugas imam hanya memimpin salat harus kita ubah secara fundamental. Imam memiliki social capital dan religious authority yang sangat kuat. Imam harus menjadi agen diplomasi, mampu meredam hoaks, menyejukkan umat, serta membangun koeksistensi yang damai. Melalui Bridging to IGIC ini kita ingin meningkatkan kapasitas para imam agar berwawasan global tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam yang sahih.”
Gubernur Banten, H. Andra Soni, S.M., M.A.P., menyampaikan, “Forum ini menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai kekuatan moral yang mampu membangun perdamaian, memperkuat solidaritas kemanusiaan, dan menghadirkan harapan bagi masa depan dunia. Peran imam juga telah mengalami transformasi, bukan hanya memimpin salat, tetapi menjadi pendidik umat, penjaga moral masyarakat, penggerak sosial, sekaligus juru damai.”
Ketua Panitia IGIC 2026, Faried F. Saenong, Ph.D., mengatakan, “IGIC 2026 ingin menghadirkan imam masjid sebagai pemimpin umat yang mampu menjembatani nilai-nilai keislaman dengan tantangan kemanusiaan kontemporer. Imam harus menjadi penjaga moderasi, penggerak transformasi sosial, sekaligus diplomat peradaban yang membawa pesan Islam rahmatan lil ‘alamin kepada dunia.” (4/7/2026).
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Imam Masjid se-Provinsi Banten, Mas’ud Halimin, M.Ag., menegaskan, “Penyelenggaraan MTQ Imam Masjid bukan sekadar kompetisi, tetapi ikhtiar membangun kualitas kepemimpinan imam yang unggul, profesional, dan mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus menyukseskan International Grand Imams Conference 2026.”
Ketua Majelis Hakim menyampaikan, “Seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, independen, transparan, dan berpedoman pada ketentuan musabaqah. Kami berharap setiap peserta menjadikan kompetisi ini sebagai media pembinaan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, hafalan, pemahaman keislaman, kemampuan dakwah, serta penguatan syiar Islam melalui khutbah dan azan.”
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ Imam Masjid II Provinsi Banten menjadi tonggak penting dalam mempersiapkan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, sekaligus memperkuat posisi imam masjid Indonesia sebagai pemimpin ibadah, penggerak transformasi sosial, dan diplomat perdamaian yang berkontribusi bagi kemajuan peradaban Islam di tingkat nasional maupun global. (vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


