Beranda » Libatkan Operator Kampung dan K3S, Disdikbud Mahulu Gelar Pelatihan Pendataan ATS

Libatkan Operator Kampung dan K3S, Disdikbud Mahulu Gelar Pelatihan Pendataan ATS

SwaraMediaKaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Pelatihan Operator Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang melibatkan operator kampung serta perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Mahulu.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi operator ATS dalam melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi data Anak Tidak Sekolah, sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap kebijakan dan program penanganan ATS.

Dalam sambutan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan yang disampaikan Sekda Mahulu, Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Mahulu Melaju: Maju, Merata, dan Berkelanjutan.

Visi tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan wilayah, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat Mahulu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui pendidikan yang berkualitas.

“Keberadaan Anak Tidak Sekolah tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan data pendidikan, melainkan sebagai tantangan pembangunan daerah yang harus ditangani secara serius. Setiap anak yang tidak memperoleh akses pendidikan berpotensi kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Sekda, melalui kegiatan ini terpusat di SDN 001 Ujoh Bilang, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa dalam upaya penanganan Anak Tidak Sekolah, keberadaan Operator ATS memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menghasilkan data yang akurat, objektif, dan mutakhir.

“Melalui data yang akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran serta memastikan setiap anak memperoleh perhatian dan layanan pendidikan yang dibutuhkan,” tegasnya, dikutip melalui Diskominfostandi Mahulu.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tugas operator ATS tidak hanya sebatas menginput data, tetapi juga mengidentifikasi anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan, melakukan verifikasi dan validasi data, menelusuri penyebab anak tidak bersekolah, serta membangun koordinasi antara kampung, sekolah, kecamatan, dan perangkat daerah terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu, Samson Batang, S.Sos., M.Si., yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Nonformal, Yuliana Huring, S.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara. Namun hingga saat ini masih terdapat anak usia sekolah yang belum memperoleh layanan pendidikan atau bahkan telah putus sekolah.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan data ATS, penggunaan aplikasi, serta membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah kampung, sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujarnya

Ia berharap melalui semangat kolaborasi dan komitmen bersama, upaya penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Mahakam Ulu dapat berjalan lebih efektif sehingga cita-cita mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas dapat tercapai.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Suyati, S.H.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Mahulu melalui Disdikbud Mahulu untuk meningkatkan kualitas pendataan serta penanganan Anak Tidak Sekolah guna mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak usia sekolah di Mahulu.

“Pelatihan Operator Anak Tidak Sekolah dilaksanakan pada 24 hingga 25 Juni 2026 dan diikuti oleh operator ATS desa dan kampung se-Mahulu, perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta operator sekolah dari setiap kecamatan di Kabupaten Mahulu,” jelasnya

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah di desa dan kampung masing-masing.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Widyaprada BPMP Samarinda, Samodro, M.Si., terkait penguatan pendataan dan penanganan Anak Tidak Sekolah. (Rahmad)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!