SwaraMediaKaltim.com – Merawat tradisi budaya adalah kunci utama dalam mempertahankan jati diri masyarakat di tengah arus globalisasi. Kebiasaan, bahasa daerah, kesenian, dan ritual lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi kuat yang menjadi ciri khas dan pembeda suatu daerah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Sebagai daya tarik budaya lokal memberikan pengalaman autentik kepada wisatawan, seperti tarian tradisional, upacara adat, dan kuliner khasnya. Daya tarik ini menarik wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Seperti pegelaran adat “Omin Atun Onam Adet” yang merupakan pelestarian budaya dari tradisional Sub Suku Aoheng, Soputan, dan Bukot (ASB) dari sepuluh kampung yang ada di Mahulu. Peningkatan kesadaran budaya melalui pariwisata, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya budaya dan tradisi mereka. Hal ini mendorong mereka untuk melestarikan dan memperkaya budaya lokal.
Camat Long Bagun Bonifasius, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Omin Atun Onam Adet yang terpusat di Long Bagung Ilir. Untuk itu Pemerintah Kecamatan bersama Pemkab Mahulu, mendorong festival budaya ini untuk ditetapkan sebagai agenda tahunan daerah guna melestarikan identitas dan warisan leluhur.
Bonifasius mengatakan, budaya lokal meliputi tradisi, seni, adat, bahasa, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika keduanya digabungkan, pariwisata berbasis budaya lokal tidak hanya menghadirkan daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya mereka.
“Harapannya ini bisa menjadi agenda tahunan daerah, dan masuk dalam kalender kegiatan Disparpora Mahulu. Agar bisa dikemas jadi pariwisata berbasis budaya, membantu masyarakat setempat memperkuat identitas mereka. Ketika budaya lokal dipromosikan dalam pariwisata, masyarakat merasa bangga dan termotivasi untuk melestarikan warisan budaya leluhur mereka,” ujar Bonifasius, Selasa (9/6/2026).
Ia juga mengatakan, bahwa budaya lokal memiliki peran krusial dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, memberikan daya tarik unik bagi wisatawan, melestarikan warisan budaya, dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
“Namun, untuk mewujudkan pariwisata yang benar-benar berkelanjutan, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan. Dengan strategi yang tepat, pariwisata berbasis budaya lokal dapat berkembang secara positif, melindungi keunikan dan kelestarian budaya lokal, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (adv-mhu/rahmad)
Editor : Alfian
Publsher : Redaksi


