Beranda » Tunggu Pengesahan Perbup, Disdikbud Kubar Verifikasi Data Dua Katagori Penerima Beasiswa

Tunggu Pengesahan Perbup, Disdikbud Kubar Verifikasi Data Dua Katagori Penerima Beasiswa

Caption: Kepala Bidang PPD Disdikbud Kutai Barat, Yusuf Subaryono.

SwaraMediaKaltim.com – Beasiswa untuk masyarakat kurang mampu tersedia melalui program pemerintah seperti KIP Kuliah (Sebelumnya Bidikmisi) dan beasiswa afirmasi LPDP, serta beasiswa dari lembaga non-pemerintah seperti BAZNAS dan beasiswa BSI Scholarship Inspirasi.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) saat ini tengah melakukan proses verifikasi data penerima program beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan siswa berprestasi tingkat SD dan SMP.

Proses ini dilakukan untuk memastikan agar bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Hal itu dijelaskan Kepala Bidang PPD Disdikbud Kubar, Yusuf Subaryono mengatakan, program beasiswa ini dibagi menjadi dua kategori, yakni bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.

“Pertama beasiswa bagi orang tua yang tidak mampu sama yang berprestasi. Kemudian untuk yang kurang mampu ini sistemnya kita menerima pengajuan dari masing-masing sekolah, mulai dari tingkat SD maupun SMP,” jelas Subaryono kepada wartawan, Kamis (16/10/2025).

Menurut Yusuf, data pengajuan penerima beasiswa dari sekolah yang ada di Kubar telah masuk ke pihaknya. Namun, data tersebut belum dapat langsung diproses karena masih perlu diverifikasi dan disandingkan dengan data milik Dinas Sosial. Langkah di lakukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan kriteria penerima bantuan.

“Data itu perlu diverifikasi dan di sandingkan dengan data Dinsos Kubar. Karena bisa saja sekolah mengajukan data masyarakat yang dikatakan tidak mampu, tapi ternyata kondisi sebenarnya tidak sesuai. Misalnya, punya dua sepeda motor tapi dimasukkan ke kategori kurang mampu. Ini yang kita hindari,” tuturnya.

Ia menegaskan, proses verifikasi ini dilakukan secara hati-hati untuk menghindari adanya praktik pilih kasih dari pihak sekolah dalam mengusulkan calon penerima. Disdikbud ingin memastikan bahwa beasiswa benar-benar diterima oleh siswa yang berhak, baik karena faktor ekonomi maupun prestasi.

“Kita khawatir jangan sampai nanti pihak sekolah pilih kasih. Karena kriteria keluarga tidak mampu harus jelas. Kita sandingkan dulu datanya supaya valid. Setelah diverifikasi dan disesuaikan dengan data Dinsos Kubar baru ditetapkan penerimanya,” tegas Yusuf.

Selain kategori siswa kurang mampu, Disdikbud juga tengah mengumpulkan data penerima beasiswa untuk siswa berprestasi. Namun penyaluran kedua jenis beasiswa tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu pengesahan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum penyalurannya.

“Kebetulan Perbup-nya belum disahkan, sehingga kami masih berkesempatan untuk melakukan verifikasi. Harapan saya, ketika Perbup nanti sudah disahkan, beasiswa bisa langsung kami salurkan berdasarkan data yang sudah valid itu,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, beasiswa ini tidak diberikan setiap bulan seperti tunjangan rutin, melainkan bersifat bantuan pendidikan yang diberikan dalam periode tertentu, kemungkinan satu kali dalam setahun. “Beasiswa ini sifatnya bantuan, bukan setiap bulan dikasih. Jadi mungkin setahun sekali disalurkan,” jelasnya.

Namun, Yusuf menyebutkan bahwa anggaran yang disiapkan tahun ini sebesar Rp1,5 miliar. Dana tersebut akan dibagikan kepada siswa SD dan SMP yang tersebar di lebih dari 250 satuan pendidikan di Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman.

“Informasi yang kita terima anggaran sebesar Rp1,5 miliar itu ternyata belum cukup karena sekolah kita ini banyak, sekitar 250-an SD dan SMP. Data yang masuk luar biasa banyak, tapi uangnya kurang. Jadi nanti mungkin perlu tambahan anggaran untuk mengakomodir semua siswa yang berhak menerimanya,” bebernya. (Adv/vivie)

Loading

error: Content is protected !!