Beranda » Sekda Sri Ajak Masyarakat Dukung Gerakan SBS

Sekda Sri Ajak Masyarakat Dukung Gerakan SBS

Swaramediakaltim.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen mendukung penuh target nasional mencapai seratus persen akses sanitasi layak, termasuk  stop buang air besar sembarangan (SBS).

Sri Wahyuni menambahkan, Provinsi Kaltim dari 1.038 desa dan kelurahan,  capaian stok buang air besar itu kurang lebih 68 persen atau setara dengan 707 desa dan kelurahan yang bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

“Kita apresiasi  kepada empat daerah yang telah mencapai SBS 100 persen,  sementara daerah yang belum tentu akan  menjadi PR bagi kita untuk segera menuntaskannya,” kata Sri Wahyuni saat membuka

dialog dan penandatanganan komitmen terhadap percepatan stop buang air besar sembarangan (SBS) di Provinsi Kaltim, yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Gedung Odah Etam Samarinda, Senin (18/11/2024).

Sri Wahyuni menambahkan, sesungguhnya masyarakat desa dengan  pelaksanaan program kegiatan yang  tematik  lewat APBD provinsi, APBD kabupaten, dan   lewat ADD. “Kita berharap program SBS ini bisa dioptimalkan sesuai dengan kewenangan kita masing-masing,”tegasnya dikutip Swara Kaltim melalui berita Biro Adpim Setprov Kaltim.

Sri Wahyuni menginginkan masyarakat Kaltim yang sehat, yang punya kepedulian terhadap perilaku sehat,  ketersediaan sanitasi termasuk juga kebutuhan untuk SBS. “Jamban yang di sungai adalah sebuah kultur mungkin ini perlu sebuah inovasi, apakah jamba-jamban yang ada itu dibuat menjadi sebuah hiasan saja,”ujarnya.

Sri Wahyuni  mencontohkan, seperti  icon telepon tempo dulu yang ada di kota London, yang box telepon yang merah itu ada di mana-mana tapi hanya sebagai aksesoris, sudah tidak lagi digunakan, sebagai kotak telepon.

Tetapi sebagai ciri kultur, icon dari kota London kalau ada box merah kotak telepon itu adalah kotak telepon dan itu tetap ada di kota London, bahkan diadopsi di tempat lain.

“Barangkali kalau jamban-jamban sungai dijadikan museum jamban,  dengan didekorasi sedemikian rupa, tapi tidak lagi di pergunakan, mungkin ini metode yang bisa kita lakukan, perlahan-lahan menggeser kultur, tetapi tidak meniadakan kultur itu,”tandasnya.

Sri Wahyuni  berharap bahwa Gerakan “Stop Buang Air Besar Sembarangan” ini juga akan berdampak positif pada percepatan penurunan stunting di seluruhkabupaten  kota, dan  mengajak seluruh kepala daerah dan semua pihak terkait untuk berkomitmen bersama, memastikan bahwa pada tahun 2025, tidak ada lagi rumah di Benua Etam yang tidak memiliki fasilitas sanitasi memadai. 

“Mari kita wujudkan lingkungan yang sehat, bebas dari buang air besar sembarangan, serta berkomitmen menciptakan Kalimantan Timur yang lebih bersih dan sehat untuk generasi masa depan,”pinta Sri Wahyuni. (*iyn)

Loading

error: Content is protected !!