Beranda » Program Gratispol Bantu 1.300 Mahasiswa UINSI Tak Bayar Uang Kuliah

Program Gratispol Bantu 1.300 Mahasiswa UINSI Tak Bayar Uang Kuliah

SwaraMediaKaltim.com – Ternyata program bantuan biaya pendidikan perguruan tinggi melalui Program Gratispol dirasakan para mahasiswa sangat membantu meringankan biaya kuliah.

Diakui Tim Gratispol Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Raihan, bahwa saat ini ada 1.300 mahasiswa UINSI Samarinda penerima manfaat Program Gratispol. Dimana program berjalan sangat baik dan para penerima manfaat bisa berkuliah tanpa harus membayar uang kuliah (UKT).

Tim Gratispol UINSI Samarinda sempat memberikan survei kepada mahasiswa terkait Program Gratispol bagi mahasiswa kalau ditolak/dihapuskan atau dilanjutkan.

Ternyata hasil surveinya hampir seluruh mahasiswa menginginkan program bantuan biaya pendidikan ini dilanjutkan dan jangan sampai dihapuskan.

“Dari mahasiswa baru yang 1.300 orang itu khawatir akan putus kuliahnya. Sebab tidak mampu bayar UKT yang saat ini dibayarkan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Program Gratispol,” ungkap Raihan saat silaturahmi Aliansi Dewan Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kalimantan dengan Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji, belum lama ini.

Diakuinya, Program Gratispol meski pun sudah berjalan baik, namun tetap perlu dilakukan evaluasi agar ada perbaikan dan penyempurnaan, sehingga program berjalan dengan baik.

“Kalau bicara mudarat (tidak membawa kebaikan) dan manfaat. Kami sangat sepakat kalau Gratispol lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya. Sebab ratusan ribu anak-anak Kaltim yang betkuliah di 52 perguruan tinggi sudah merasakan manfaatnya,” beber Raihan yang juga Wakil Ketua Bidang Pendidikan Aliansi Dema PTKIN.

Selain mengapresiasi Program Gratispol, Tim Gratispol UINSI Samarinda juga mengusulkan dukungan Pemprov Kaltim berupa living cost (biaya hidup) bagi mahasiswa yang tidak mampu.

Living cost untuk kebutuhan harian baik bahan bakar (kendaraan) maupun konsumsi dan keperluan lainnya diperkirakan mencapai Rp75.000.

“Sehingga kalau kita total dalam satu bulan rata-rata living cost per mahasiswa sekitar Rp2.250.000. Jika ditambah biaya kos (sewa tempat) satu bulan Rp900.000, maka total biaya hidup sekitar Rp3,3 juta,” sebutnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, Wagub Kaltim H Seno Aji menyampaikan apresiasi atas dukungan perhatian mahasiswa UINSI Samarinda terhadap pelaksanaan Program Gratispol di Kalimantan Timur.

“Saat ini kami terus melakukan evaluasi pelaksanaan Program Gratispol. Kita akan terus perbaiki agar program ini memberi manfaat bagi generasi penerus pembangunan Kaltim. Tahun ini kita akan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi 159.000 mahasiswa,” jelasnya.

Untuk living cost, diakuinya segera akan dibicarakan kepada pemerintah kabupaten dan kota, bagaimana langkah terbaiknya, sebab biaya UKT sudah ditanggung Pemprov Kaltim.

“Khusus tempat tinggal mahasiswa bisa memanfaatkan asrama-asrama yang sudah ada. Tapi perlu diperbaiki agar lebih representatif untuk tempat tinggal,” pungkas Wagub Seno.

Silaturahmi dipimpin Koordinator Wilayah Aliansi Dema PTKIN Wilayah Kalimantan Andriyan, didampingi Sekretaris Wilayah Agil, Ketua Panitia Rakerwil Qoqom, Bendahara Wilayah Indah, Wakil Ketua Bidang Kebhinekaan dan Keagamaan Afifah, Wakil Ketua Bidang Kepedulian Sosial Farid Kasman, Wakil Ketua Bidang Perempuan Rohmah, Anggota Bidang Pendidikan Rafii, dan Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Murhan.(aya)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Loading

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!