SwaraMediaKaltim.com – Menjaga tradisi prestasi olahraga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), seluruh cabang olahraga (Cabor) yang terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar, sejak lama telah mematangkan persiapan menuju Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim 2026.
Akan tetapi persiapan BK dari sejumlah cabor, menimbulkan polemik baru di dunia olahraga di Bumi Sendawar Tana Purai Ngerimaan. Pasalnya hari ini tadi Kepolisian Polres Kubar menerima surat pemberitahuan aksi damai yang akan dilakukan pada Senin-Jumat, 8-12 Desember 2025 di Sekretariat KONI Kubar, Gor Desnan Sendawar.
“Kegiatannya orasi pembacaan pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi secara tertib, yang diikuti sedikitnya 7 cabor, yaitu, Wushu, Pertina, Forki, Muaythai, Pentagque, Tinju, Kick Boxing dan Pickleball,” ujar Ketua Kordinator Aksi Damai, Jamil Burhan yang juga Ketua Cabor Kick Boxing Kubar, kepada wartawan, Rabu (3/12/2025).
Pria akrab disapa Jamil ini menegaskan, tujuan aksi damai itu menyuarakan tiga tuntutan mereka terhadap pengurus KONI Kubar yang baru saja dilantik pada 11 Agustus lalu, agar kinerjanya segera di evaluasi.
Adapun 3 pasal tuntutan tersebut :
- Kami Atlet Kick Boxing Kabupaten Kutai Barat Menuntut Hak Hak Kepada Koni Kabupaten Kutai Barat, Yang Mana Kami Dirugikan Finensial, Fisik dan Waktu Yang Mana Sudah Dijalankan Selama 3 Bulan TC.
- Kami Menuntut Evaluasi Kinerja Ketua KONI Kabupaten Kutai Barat.
- Kami Menuntut Agar Ketua Koni Sekarang Agar Mengundurkan Diri.
Sehubung dengan rencana pelaksanaan aksi damai ini. Jamil menegaskan, pihaknya menyampaikan pemberitahuan resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
“Kita sudah layangkan surat pemberitahuan terkait aksi ini ke Polres Kubar. Kami juga berkomitmen untuk melaksanakan aksi ini secara tertib, damai, tanpa kekerasan, serta mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga siap berkoordinasi dengan aparat kepolisian demi menjaga ketertiban umum,” tegas Jamil.
Jamil juga membeberkan, aksi ini memicu ketidak merataan pembagian dana pembinaan oleh KONI Kubar kepada cabang-cabang olahraga (cabor). Sehingga menuai protes dari keluhan terkait dengan jumlah dana yang minim, serta dugaan alokasi anggaran yang tidak transparan.
“Kami ini seperti anak tiri. Bahkan cabor lainnya lebih besar dialokasikan anggaran dari KONI Kubar. Sedangkan cabor yang kita bawa ini sering kali meraih medali emas disetiap ajang olahraga tingkat Provinsi maupun Nasional,” pungkas Jamil.
Ditanya berapa alokasi anggaran masing masing cabor yang diserahkan oleh KONI Kubar. Namun Jamil enggan menjawab. “Yang pasti anggaran dana hibah dari Pemkab Kubar untuk tahun anggaran APBD Perubahan 2025, sebesar Rp4 miliar lebih,” beber Jamil.
Untuk diketahui, berita ini diterbitkan setelah wartawan SwaraMediaKaltim.com berusaha melakukan konfirmasi untuk menghubungi Ketua KONI Kubar Agus Herawan, melalui telefon selelur miliknya yang tak ada jawaban. (vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


