SwaraMediaKaltim.com – Dakwah merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menghidupkan nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin, yaitu Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan dakwah tidak boleh berhenti hanya pada ruang-ruang tertentu, tetapi harus terus berkembang hingga mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dakwah juga perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, adaptif, dan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat di setiap daerah.
Berangkat dari semangat tersebut, para mubaligh dan mubalighah dari Khatamun Nabiyyin diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia untuk menjalankan misi dakwah dan pengabdian kepada masyarakat. Program pengiriman mubaligh dan mubalighah ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu mulai tanggal 19 Februari hingga 19 April, dengan tujuan memperluas syiar Islam sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat.
Program dakwah ini berada di bawah koordinasi dan tanggung jawab Supu Fadlun selaku penanggung jawab kegiatan. Melalui program ini, para mubaligh dan mubalighah diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang tidak hanya bersifat ceramah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, pembinaan generasi muda, serta kegiatan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Tahun ini, para mubaligh dan mubalighah disebarkan ke beberapa wilayah strategis, di antaranya Yogyakarta, Tosora, Majene, Sidrap, Palu, Gowa, dan Jakarta. Setiap daerah memiliki karakter masyarakat dan kebutuhan dakwah yang berbeda, sehingga para mubaligh dan mubalighah dituntut untuk mampu menyesuaikan pendekatan dakwah mereka dengan situasi dan kondisi setempat. Hal ini menjadikan kegiatan dakwah bukan hanya sebagai proses menyampaikan ilmu, tetapi juga sebagai proses belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
Di Kota Palu misalnya, para mubalighah menjalankan berbagai kegiatan dakwah yang berfokus pada pembinaan generasi muda melalui jalur pendidikan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengisi program pesantren kilat atau sanlat di MI Al-Khairat selama tiga hari.
Dalam kegiatan tersebut, para mubalighah memberikan pembelajaran tahsin Al-Qur’an dan tahmil Al-Qur’an kepada para peserta yang berasal dari siswa kelas 4, 5, dan 6. Suasana belajar berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme, karena para siswa tidak hanya belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna-makna Al-Qur’an.
Salah satu peserta sanlat mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa pembelajaran yang diberikan para mubalighah terasa menyenangkan dan mudah dipahami. “Kami sangat senang karena tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga diberi motivasi agar lebih mencintai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu siswa peserta sanlat.

Selain itu, para mubalighah juga berpartisipasi dalam kegiatan sanlat yang diselenggarakan di SASKAL Al-Hasyimi. Dalam kegiatan ini, para mubalighah diberi kesempatan untuk menyampaikan kultum setelah salat subuh berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama para peserta. Momen ini menjadi salah satu pengalaman spiritual yang mempererat hubungan antara para mubalighah dengan para peserta, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menghidupkan suasana Ramadan.
Pimpinan lembaga pendidikan yang dikunjungi juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Aktivitas dakwah para mubalighah tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan di masjid atau lembaga pendidikan dasar. Mereka juga turut berkontribusi dalam dunia pendidikan formal dengan menjadi pengajar di SMA Al-Azhar Mandiri Palu.
Di sekolah tersebut, para mubalighah dipercaya untuk mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Sosiologi. Dalam proses pembelajaran, mereka tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan keluarganya, sehingga para siswa dapat memahami pentingnya ilmu pengetahuan yang disertai dengan pembentukan karakter.
Di samping kegiatan mengajar, para mubalighah juga aktif membuka ruang diskusi bersama kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Mereka mengajak mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta mahasiswa dari jurusan Ekonomi Syariah untuk berdialog dan bertukar gagasan mengenai berbagai isu keagamaan, sosial, dan keumatan. Diskusi tersebut menjadi wadah yang produktif untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus membangun kesadaran intelektual generasi muda terhadap tanggung jawab mereka dalam kehidupan bermasyarakat.
Berbagai kegiatan yang dilakukan tersebut menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya hadir dalam bentuk ceramah atau khutbah semata, tetapi juga melalui pendidikan, pembinaan, dialog, dan keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan seperti ini, dakwah menjadi lebih hidup, relevan, dan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.
Bagi para mubaligh dan mubalighah, perjalanan dakwah ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang berharga. Mereka belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat di berbagai daerah, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus menyebarkan nilai-nilai Islam yang penuh kasih sayang, kedamaian, dan kebijaksanaan. Dengan semangat pengabdian tersebut, diharapkan dakwah Islam dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. (ris)
Editor : Alfian
Publisher :Redaksi
![]()


