Beranda » Kemarau Jadi Krisis Pangan di Perbatasan, DPRD Kaltim Segera Kirim Bantuan ke Long Apari

Kemarau Jadi Krisis Pangan di Perbatasan, DPRD Kaltim Segera Kirim Bantuan ke Long Apari

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Dapil Kubar-Mahulu, H Abdul Rahman Agus. (dok-ist)

Swaramediakaltim.com – Dampak kemarau yang berkepanjangan selama sebulan terakhir ini. Masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, menghadapi tantangan serius akibat bencana kekeringan diwilayah ulu riam tersebut.

Akibat dampak kemarau musiman tersebut, tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan bahan pokok yang sangat vital bagi masyarakat setempat di dua kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Kaltara dan Negara tetangga Serawak Malaysia.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, H Abdul Rahman Agus, mengungkapkan bahwa saat ini terjadi kenaikan harga bahan pokok yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh terhambatnya akses distribusi akibat pendangkalan beberapa jalur air yang biasanya berfungsi sebagai akses utama pengiriman barang.

“Kami DPRD Kaltim bersama Pemerintah provinsi telah melakukan koordinasi untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan ini. Saya bersama Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel dan Yonavia, telah melakukan rapat intensif untuk menetapkan strategi dalam membantu masyarakat terdampak secara efektif,” ujar pria akrab disapa H Agus ini kepada wartawan, Sabtu (2/8/2025).

Anggota DPRD Kaltim dapil wilayah Kubar-Mahulu ini mengatakan, adapun salah satu langkah yang telah diambil oleh mereka bertiga sebagai wakil rakyat diwilayah ini, untuk penyaluran bantuan pangan ke Pemkab Mahulu. Kata H Agus, penyaluran cadangan pangan ini diharapkan dapat segera membantu masyarakat yang kesulitan di wilayah Long Pahangai dan Long Apari.

“Kita bersama Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel telah berkomunikasi dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Sekda Kaltim, Sri Wahyuni. Sehingga pendistribusian bahan pangan terutama beras dan sembako lainnya, bisa segera didapatkan oleh masyarakat diwilayah dua kecamatan perbatasan tersebut,” tutur Agus.

Perbaikan Akses Jalan Darat Jadi Prioritas Pemprov Kaltim dan Pusat

Tidak hanya itu, Kata H Agus, Pemerintah juga tengah berupaya memperbaiki akses jalan darat antar penghubung ibukota kabupaten di Ujoh Bilang ke wilayah kecamatan-kecamatan perbatasan yang terdampak bencana kekeringan. Hal ini bertujuan agar bantuan dapat disalurkan dengan lebih cepat dan tepat waktu.

“Kita sudah kordinasi, bahwa pemerintah tidak hanya bertindak cepat dalam penyaluran bantuan, tetapi juga berusaha menyusun rencana jangka panjang untuk mengatasi krisis pangan yang kerap muncul akibat perubahan iklim seperti kemarau ini. Salah satu langkah untuk peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan yang mendukung distribusi pangan,” tuturnya.

Sementara Kepala Disprindagkop Kaltim, Heni Purwaningsih mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Basarnas untuk memperlancar distribusi bantuan. Jika jalur sungai tidak memungkinkan, mereka menyiapkan jalur darat dan udara sebagai solusi alternatif.

“Berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 300 kepala keluarga, yang berarti kurang lebih 500 jiwa, di dua kecamatan di Mahulu yang terkena imbas langsung dari situasi ini. Kebutuhan bahan pokok, terutama beras, diperkirakan mencapai 15 hingga 20 ton untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Untuk bantuan beras sudah tiba pada 1 Agustus kemarin di Ujoh Bilang,” jelasnya.

Redaksi : Alfian

Loading

error: Content is protected !!