SwaraMediaKaltim.com – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud, menerima penghargaan Pencapaian Intervensi Spesifik Tingkat Provinsi Tahun 2025 Regional 2 (Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi) dari Kementerian Kesehatan RI.
Penghargaan diserahkan langsung dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kepada Gubernur Kaltim pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 di Ruang Lemeina Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Rakornas Percepatan Penurunan Stunting di buka Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, dan dihadiri Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, Wamendagri Bima Arya, kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.
Dalam arahannya, Wapres Gibran menegaskan percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas dari Presiden RI. Untuk itu harus dikawal dan dikeroyok bersama.
“Saya rasa kuncinya adalah sinergi antara pusat dan daerah. Alhamdulillah, atas arahan Presiden, kita berhasil menekan angka prevalensi stunting menjadi 19,8 persen atau turun sebanyak 357 ribu anak dari tahun 2023. Angkanya lebih baik atau dibawah dari proyeksi Bappenas 20,1 persen,” tegas Gibran.
“Ini adalah capaian bersama. Kerja-kerja kolaboratif. Sekali lagi dari pusat dan daerah, kader-kader posyandu, ibu-ibu PKK dan semuanya. Tantangan kedepan lebih besar, target Presiden RI pada 2029 angka prevalensi stunting sekitar 14,2 persen,” imbuhnya.
Gubernur Kaltim mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima Kaltim untuk kategori Pencapaian Intervensi Spesifik Tingkat Provinsi Tahun 2025.
“Alhamdulillah, ini tentunya hasil kerja keras kita bersama di Kaltim baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ungkap Harum, dikutip Swara Kaltim melalui rilis Biro Adpim Setprov Kaltim.
Kedepan, lanjut Gubernur, sesuai arahan Wapres, Kaltim akan meningkatkan kolaborasi dengan instansi terkait di beberapa sektor dan tentunya melakukan inovasi terkait upaya penurunan dan pencegahan stunting.
“Terutama pastinya berkaitan dengan pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG), pemberdayaan posyandu secara optimal. Serta terkait dengan pernikahan dini. Kita menekan angka stunting untuk bisa dibawah rata-rata nasional,” pungkasnya. (aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


