SwaraMediaKaltim.com – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan komitmennya, agar daerah ini bisa mencapai swasembada pangan, terutama beras. Pasalnya, hingga saat ini untuk memenuhi kebutuhan berasnya, Kaltim masih sangat bergantung pada pasokan dari Sulawesi dan Jawa.
Ketergantungan ini juga berpotensi besar menyebabkan inflasi, jika terjadi gagal panen di daerah pengirim atau cuaca ekstrem pada jalur distribusi.
Saat bertemu Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Makassar, Sulawesi Selatan pekan lalu, Gubernur Harum mengatakan Kaltim sudah menyiapkan lahan seluas 20.000 hektare untuk cetak sawah baru. Selain untuk mengurangi ketergantungan dari pasokan luar, langkah ini sekaligus mendukung program swasembada beras nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk cetak sawah baru ini, Kementerian Pertanian lanjut Gubernur Harum, sudah menyiapkan anggaran sangat besar mencapai ratusan miliar rupiah. Kaltim harus memanfaatkan kesempatan ini dengan menyiapkan lahan yang diperlukan untuk cetak sawah baru ini.
“Saya minta Dinas Pangan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan dinas terkait di kabupaten. Kita harus ambil kesempatan ini dengan baik,” tegas Gubernur Harum saat memimpin Morning Briefing di Pendopo Lamin Etam, awal pekan tadi.
Beberapa lokasi potensial untuk pengembangan 20.000 hektare cetak sawah baru itu adalah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat. Dua kabupaten ini memiliki wilayah yang sangat luas dengan jumlah penduduk masih sangat sedikit.
Lahan-lahan yang disiapkan untuk pengembangan 20.000 hektare cetak sawah baru ini adalah lahan nonhutan (area penggunaan lain/APL) di luar konsesi usaha. Hal ini untuk memastikan bahwa intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian tidak dilakukan dengan melakukan deforestasi.
Cetak sawah baru dan pengembangannya akan dilakukan dengan pendekatan mekanisasi modern untuk mencapai efisiensi dan produktivitas tinggi.
Selain cetak sawah baru, Gubernur Harum juga mendorong optimalisasi lahan sawah yang sudah ada. Antara lain tersebar di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
Sementara Wakil Gubernur Seno Aji menambahkan jika 20.000 hektare bisa diwujudkan tahun ini, maka dengan 50.000 hektare sawah aktif, maka Kaltim akan segera mencapai swasembada beras.
“Kita ingin ada 50.000 hektare sawah aktif. Kalau setahun dua kali panen saja, maka akan ada produksi 400.000 ton dan swasembada beras bisa kita capai,” timpal Wagub Seno.(aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


