SwaraMediaKaltim.com – Gelombang ketidak puasan atas kinerja Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), yang baru dilantik Agustus lalu kembali muncul. Sebelumnya pengurus cabor Kick Boxing telah mengirimkan surat pemberitahuan aksi damai yang akan dilakukan mulai Senin 8 Desember 2025.
Namun aksi itu dibatalkan setelah Ketua KONI Kubar Agus Herawan, beberapa wakatu lalu melakukan pertemuan khusus kepada Ketua Kordinator Aksi Jamil Burhan, yang juga dihadiri Cannisius Arjan, Ketua Kick Boxing Kubar yang ditetapkan SK kepengurusannya dari pengurus Kick Boxing Kaltim, dengan masa jabatan 2023-2027.
Selanjutnya datang dari Ketua KONI Kubar periode 202-2025, yaitu Tobias F Kainama, menyampaikan ketidak puasannya terhadap sikap Ketua KONI Kubar 2025-2029 (Agus Herawan), yang tidak bersedia membayarkan biaya operasional organisai/lembaga yang terjadi di kepengurusan KONI sebelumnya.
“Biaya operasional ini terhitung sejak Januari hingga Mei 202, sebesar Rp477 juta, dengan pembagian untuk bantuan ke cabor berkegiatan sebesar Rp319 juta dan operasional kantor KONI Rp158 juta. Hal ini terpaksa saya beberkan karena belum tereliasasikan, walaupun sudah ada surat pernyataan untuk membayar, yang ditanda tangani oleh Agus Herawan,” ujar Tobias menyampaikan keberatannya kepada awak media, Selasa (9/12/2025).
Tobias menegaskan, pada waktu itu anggaran hibah KONI Kubar belum turun di rentang waktu Januari – Mei, sehingga para pengurus cabor harus menanggulangi terlebih dulu dan akan digantikan saat anggaran KONI sudah turun. Akan tetapi sebagian cabor sudah dibayarkan. Namun beberapa cabor seperti Basket, Muaythai, Atletik dan lainnya sampai saat ini belum digantikan.
“Untuk operasional KONI 2022-2025, pengurus KONI sekarang hanya membayarkan honor staf KONI dari Januari-Mei. Sementara pembiayaan operasional lainnya seperti perjalanan dinas, honor dan konsumsi rapat, atk, listrik, seragam staf, pembelian unit elektornik seperti AC, alat-alat olahraga bantuan KONI ke masyarakat dan lainnya tidak dibayarkan tanpa keterangan yang jelas,” beber Tobias.
“Saya juga merasa heran karena 15 tahun saya di KONI Kubar, melihat kepengurusan baru selalu menyelesaikan utang organisasi/lembaga dari kepengurusan sebelumnya dalam menjalankan roda organisasi/lembaga KONI dalam pembinaan olahraga,” tandas Tobias.
Bahkan Tobias mengupas sejarah kepengurusan KONI Kubar, mulai peralihan Ketua dari DR. Yahya Marthan ke Ekti Imanuel, dari Ekti Imanuel ke Untung Surapati, dari Untung Surapati ke Stepanus Ujung dan dari Stepanus Ujung ke Tobiyas F. Kainama. Baru peralihan kali ini kepengurusan baru KONI Kubar, disebut tidak mau membayarkan hutang organisasi/lembaga yang ditinggalkan kepengurusan sebelumnya.
“Saya sudah berkoordinasi ke Dispora, Kabag Kesra Sekretariat Kabupaten, Inspektorat, Wakil Bupati, bahkan ke BPK RI perwakilan Kaltim, yang menyatakan harus dibayarkan. Karena itu adalah utang organisasi/lembaga, bukan hutang pribadi. Tetapi tetap tidak dibayarkan juga oleh pengurus KONI sekarang tanpa alasan yang jelas,” tegasnya.
Informasi terakhir yang diterima oleh Tobias, bahwa anggaran KONI dari APBD Perubahan Pemkab Kubar, mendapat kucuran sebesar Rp4 Miliar dan sudah habis terpakai. Sehingga kemungkinan kecil utang organisasi/lembaga kepengurusan sebelumnya tidak akan terbayarkan.
“Saya akan berkoordinasi kembali dengan Inspektorat, Bupati Kubar dan BPK RI terkait masalah ini agar pengurus sebelumnya yang sudah bekerja atas nama KONI mendapatkan pergantian biaya yang sudah mereka tanggulangi terlebih dahulu, sewaktu anggaran hibah KONI belum turun. Sehingga mendapatkan hak-hak lainnya, termasuk untuk menjajaki upaya menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.
Diketahui polemik dunia olahraga di Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman, bermuara pada dugaan kurangnya transparansi KONI Kubar dalam memberikan bantuan kepada cabor, tampa memandang prestasi yang pernah membawa harum nama Kubar.
Sebelumnya Jamil Burhan Ketua Kick Boxing versi KONI Kubar, juga menyatakan bahwa ada ketidak adilan dalam pemberian bantuan. Ada cabor beladiri lainnya diberikan bantun lebih dari Rp200 juta, sementara Kick Boxing yang selalu mendulang medali emas di 3 Porprov terakhir hanya diberikan anggaran Rp20 juta untuk mengikuti Pra Kualifikasi Porprov 2026 di Bontang.
Sebelumnya Ketua KONI Kubar Agus Herawan, mengatakan dirinya selalu membuka ruang komunikasi baik di kantor maupun via telpon secara terbuka dan transparan, terkait rencana aksi damai maupun permasalahan lainnya, yang dapat menimbulkan gejolak dimata publik terkait olahraga di Kubar. (vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


