SwaraMediaKaltim.com – Kabar baik bagi warga Desa Gerunggung, Tanjung Soke, Deraya, dan Lemper. Meski kondisi keuangan daerah saat ini terus menurun akibat pemangkasan transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas’ud akan tetap berjuang.
Empat desa yang masih terisolasi di Kaltim itu harus segera memiliki jalan. Menurut gubernur, kebutuhan masyarakat empat kampung di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), itu harus segera dikerjakan dan tidak bisa ditunda lagi.
“Kalau kita tunggu-tunggu sampai tahun depan, anggaran pasti tidak ada. Ini pembangunan untuk desa yang masih terisolasi, kita harus berani ambil risiko,” tegas gubernur usai rapat dengar pendapat dengan Panja Aset TNI di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Pembangunan jalan ini penting untuk mendorong peningkatan pelayanan dasar masyarakat. Apalagi status desa-desa itu masih tertinggal. Gubernur Harum tidak ingin pada masa kepemimpinannya masih ada desa berstatus tertinggal. Oleh sebab itu, pembangunan jalan untuk empat desa tersebut harus dilakukan sesegera mungkin.
Gubernur menegaskan Pemprov Kaltim harus hadir untuk membantu kesulitan rakyat. Sebab, mereka juga berhak atas jalan yang baik menuju kampung mereka.
Sebelumnya, Gubernur Harum beberapa kali melakukan kunjungan ke jalur Sotek–Bongan. Jalur ini akan dibuka untuk mendekatkan jarak Kutai Barat dengan Penajam Paser Utara, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Balikpapan. Jaraknya sekitar 103 km. Jalur ini akan memangkas jarak dan waktu sekaligus menjadi jalur logistik yang strategis di masa depan.
“Sotek–Bongan ini prioritas. Namun, ternyata masih ada yang superprioritas. Kita akan membuka akses empat desa yang masih terisolasi ini. Kasihan mereka tidak punya jalan, tidak punya listrik, dan tidak punya sinyal telekomunikasi. Pemprov Kaltim harus hadir untuk rakyat di sana,” tegas gubernur.
Dukungan ini harus diberikan karena gubernur sangat memahami kesulitan Kutai Barat dalam membangun kawasan tersebut akibat keterbatasan anggaran. “Minimal ada jalannya dulu,” sambungnya.
Setelah jalan dibangun, gubernur meyakini PLN akan segera masuk untuk membangun jaringan listrik. “PLN bukan tidak mau memasang jaringan, tetapi karena tidak ada jalan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika ada warga yang hendak melahirkan. Betapa sulitnya mereka,” ujarnya.
Ia pun meminta Dinas PUPR Kaltim berkoordinasi dengan Inspektorat dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk menindaklanjuti agar pekerjaan dapat segera dimulai.
Untuk pembangunan jalan ke Gerunggung sepanjang 22 km, tahun ini Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sebesar Rp101 miliar. (aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


