SwaraMediaKaltim.com – Komitmen mewujudkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kembali diperkuat oleh DPRD Kubar, yang resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mempercepat proses pembentukan DOB Kabupaten Benua Raya, Rabu (8/10/2025).
Keputusan ini diambil melalui paripurna VII masa sidang tahun 2025 tentang penyampaian Raperda APBD 2026 dan pembentukan tim Pansus DOB Benua Raya, yang dipimpin Ketua DPRD Kubar Ridwai SH, didampingi Wakil Ketua I Agustinus, Wakil Ketua II Sepe Martinus dan di hadiri Wakil Bupati Kubar H Nanang Adriani, serta Anggota DPRD Kubar, unsur Forkopimda, jajaran kepala SKPD, serta tokoh masyarakat dari wilayah calon DOB tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat Kubar, Arkadius Elly, mengucapkan selamat dan apresiasi tinggi atas hasil rapat paripurna yang telah memutuskan untuk membentuk Pansus yang nantinya bertugas dalam pembahasan pemekaran DOB Benua Raya. Apresiasi itu diutarakannya melalui akun facebook pribadinya, dengan cuitan “Langkah Bijak Membentuk Pansus DOB Benua Raya”.
Arkedius Elly yang sudah berulang kali menduduki posisi wakil rakyat sebagai Anggota DPRD Kubar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di Bumi Sendawar Tanaa Purai Negriman ini, berharap penuh dengan Pansus yang resmi dibentuk. Kata pria akrab disapa Elly ini, DPRD Kubar mengambil langkah berani dan penuh tanggung jawab terhadap aspirasi masyarakat yang telah lama menanti perubahan nyata.
“Perjuangan panjang menuju Daerah Otonomi Baru (DOB) Benua Raya kini memasuki babak baru. Ini bukan sekadar proses administratif, tapi bagian dari perjalanan panjang menuju pemerataan pembangunan dan kemandirian daerah. Yang tak kalah penting, seluruh anggota DPRD dari Dapil 3 Kutai Barat ikut tergabung dalam Pansus ini,” tutur apreasiasi Elly.
Lanjut Elly, kehadiran mereka mencerminkan semangat kompak, kesadaran, dan tekad kuat untuk memperjuangkan harapan warga yang tersebar dari Bongan, Jempang, Bentian Besar, Siluq Ngurai, Muara Lawa, Muara Pahu dan Penyinggahan. Langkah ini menunjukkan bahwa perjuangan Benua Raya bukan agenda segelintir orang, tapi suara kolektif yang lahir dari akar masyarakatnya sendiri.
“Ke depan, Pansus akan jauh lebih kuat bila membangun komunikasi yang intens dengan Forum CDOB Benua Raya, wadah para penggagas, tokoh, pegiat dan pemikir lokal yang sejak lama menjaga api perjuangan ini tetap menyala. Forum ini memiliki jaringan sosial dan pengetahuan lapangan yang bisa menjadi bahan penting dalam menyusun peta jalan pemekaran,” tandas Elly.
Kombinasi antara kekuatan politik DPRD dan pengalaman sosial Forum CDOB Benua Raya akan membuat gerakan ini lebih terarah, realistis, dan berakar. Langkah bijak berikutnya adalah mendengar dan merangkul semua pihak. Mendengar tokoh masyarakat dan tokoh adat yang memahami sejarah dan nilai lokal.
Mendengar tokoh agama, perempuan, akademisi, dan anak-anak muda yang berharap masa depan lebih baik bersama Benua Raya. Karena pemekaran bukan hanya soal wilayah, tapi tentang cara baru melayani dan membangun yang lebih adil dan merata.
Arkadius Elly yang digadang sebagai Calon Kepala Adat Besar Benua Raya ini menegaskan, bahwa Kutai Barat tetap satu tubuh besar, hanya menambah sayap baru agar pembangunan bisa menjangkau lebih cepat dan merata. Semoga Pansus DOB Benua Raya menjadi jembatan yang menghubungkan semangat rakyat dengan keputusan negara.
“Dan semoga para wakil rakyat dari Dapil 3 terus menjaga ritme komunikasi, baik di gedung DPRD maupun di tengah masyarakat yang mereka wakili. Selamat bekerja, Pansus DOB Benua Raya!. Langkah kecil hari ini bisa menjadi catatan besar dalam sejarah esok. Mari terus bergerak dengan niat tulus dan semangat kebersamaan,” pungkas akhir cuitan Elly. (Adv/vivie)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


