Beranda » Koneksivitas Akses Darat Menuju Kabupaten Perbatasan Mulai Dinikmati Warga Kubar Mahulu

Koneksivitas Akses Darat Menuju Kabupaten Perbatasan Mulai Dinikmati Warga Kubar Mahulu

Caption : Gubernur Harum saat meresmikan jalan Tering-Ujoh Bilang, menuju Kabupaten Mahakam Ulu, Selasa (6/1/2025).

SwaraMediaKaltim.com – Penatian panjang selama puluhan tahun, akses masyarakat Bumi Urip Kerimaan, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), selama ini hanya bergantung pada jalur transportasi sungai Mahakam.

Kabupaten Mahulu selama ini dikenal memiliki peran kewilayahan sangat strategis. Sebab terhubung dengan wilayah Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Bahkan berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia (Serawak dan Sabah).

Komitmen nyata Gubernur Kaltim, Dr H Rudy Mas’ud (Harum), meresmikan jalan lintas Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahulu. Jalan tersebut sepanjang 28,325 kilometer dan panjang efisien 19,280 kilometer mencakup empat segmen utama yang menjadi penghubung Kubar-Mahulu.

Gubernur Harum, menegaskan bahwa pembangunan jalan ini  wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menghadirkan infrastruktur yang merata, berkeadilan, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.

“Bukti nyata komitmen Pemprov Kaltim, dalam konektivitas antara wilayah Kubar-Mahulu, sekaligus membuka akses menuju pusat-pusat pelayanan dan pertumbuhan ekonomi dua wilayah ini,” ujar Gubernur Harum, disela peresmian jalan tering-ujoh bilang ini, Selasa (6/1/2025).

Menurut Gubernur Harum, tersambungnya akses jalan ini memudahkan mobilitas masyarakat akan semakin lancar, waktu tempuh lebih singkat, serta biaya transportasi ditekan sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jalan ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan potensi sumber daya lokal, sehingga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di wilayah sekitar. Ini adalah daerah yang sangat jauh diujung,” ucap Gubernur Harum.

Gubernur Harum sangat berharap pembangunan infrastruktur dilaksanakan secara konsisten untuk pengembangan kawasan pedalaman dan perbatasan yang merata di wilayah barat Benua Etam. Sebab, selama ini mejadi penantian panjang bagi masyarakat secara bertahap, akhirnya mulai terbayar dengan terhubungnya jalur darat tersebut.

“Pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Kaltim, untuk memastikan kemajuan pembangunan. Sehingga tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi dirasakan merata seluruh masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (Alfian)

Diketahui sebelumnya, setibanya di Kecamatan Melak Kubar, Gubernur Harum bersama Anggota Komisi VI DPR-RI sekaligus Ketua TP PKK Kaltim Hj Sarifah Suraidah Harum dan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel dan Anggota DPRD Kaltim Kubar Mahulu, H Abdul Rahman Agus dan Yonavia, melakukan perjalanan menuju Kubar, sekaligus peninjauan jalan via radio rekonstruksi, Jalan Simpang Tiga Kota Bangun.

Kemudian rombongan melakukan penyeberangan di Pelabuhan Melak menggunakan 2 unit LCT (VIP kapasitas 10 unit mobil), Fery penyebrangan, dan langsung disambut oleh Bupati Kubar Frederick Edwin dan istri Maria Christina Mozes, Wakil Bupati H Nanang Adriani dan istri, Wakil Bupati Mahulu Suhuk, beserta jajaran Forkopimda Kubar dan Mahulu, untuk meninjau fisik pembangunan jembatan ATJ Kubar di Kecamatan Melak. (Alfian)

Loading

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!