Beranda » Gubernur Harum Bicara Tantangan Infrastruktur dan Digitalisasi di Kaltim

Gubernur Harum Bicara Tantangan Infrastruktur dan Digitalisasi di Kaltim

SwaraMediaKaltim.com – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menjadi narasumber pada acara BeritaSatu Regional Forum 2025 – Empowering Regions, From Local to Global, yang digelar di Ballroom 1 Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Gubernur Harum tampil bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Plenary Session 1 dengan tema Strategi Bertumbuh Lewat Inovasi dan Kolaborasi, yang dimoderatori Wiendy Hapsari (Kepala Riset dan Pengembangan B-Universe).

Dalam pemaparannya, Gubernur Harum menyampaikan bahwa setiap kepala daerah memiliki visi dan misi yang berbeda-beda sesuai dengan kekhasan daerahnya. Karena itu, setiap daerah di Indonesia tidak bisa dibandingkan secara apple to apple.

“Kaltim ini tentu agak unik. Teritorialnya sangat luas. Pulau Jawa luasnya 128 ribu kilometer persegi, dengan enam provinsi dan 60 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa. Sementara Kaltim luasnya 127 ribu kilometer persegi hanya satu provinsi, penduduknya 4,2 juta jiwa. Namun perbedaannya, Kaltim dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang luar biasa,” ujar Harum.

Untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, kata Harum, Pemprov Kaltim telah meluncurkan aplikasi super, yaitu Sakti Gemas (Satu Akses untuk Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas) sebagai upaya solutif mengingat teritorial wilayah Kaltim yang sangat luas sehingga tidak memungkinkan menjangkau semua wilayah secara optimal.

“Maka kami harus menggunakan teknologi dan membangun konektivitas digital melalui aplikasi Sakti Gemas. Agar masyarakat Kaltim yang berada di wilayah pedalaman, terpencil, terluar, perkebunan, pesisir, dan lainnya dapat terkoneksi. Masyarakat bisa melaporkan jalan berlubang, mengakses informasi lowongan kerja, objek pariwisata, hingga Program Gratispol yang memberikan pendidikan gratis bagi warga Kaltim dari jenjang SMA/SMK/SLB serta S1 hingga S3,” urainya.

Gubernur Harum menjelaskan, secara ekonomi kemampuan masyarakat Kaltim cukup baik. Daya beli masyarakat sangat baik, namun tantangan karena wilayah yang luas adalah keterbatasan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan nasional yang menghubungkan antarwilayah.

“Kendala kami adalah kualitas jalan nasional yang kurang baik, karena sering dilintasi angkutan alat berat, tambang, dan CPO yang over dimension over loading (ODOL). Sementara banyak jalan nasional di Kaltim termasuk kelas IIIA dengan batas tonase 8 ton. Solusinya adalah menggunakan rigid pavement, tetapi biaya per kilometernya sangat tinggi, berkisar Rp13–14 miliar,” jelasnya.(aya)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Loading

error: Content is protected !!