Beranda » Makna Penting Todukng Penutup Kepala Perempuan, Apa Kaitannya Dengan HUT ke-26 Kutai Barat

Makna Penting Todukng Penutup Kepala Perempuan, Apa Kaitannya Dengan HUT ke-26 Kutai Barat

Caption: Bupati Kubar Frederick Edwin saat menyerahkan penghargaan kepada perwakilan salah satu pendiri Kabupaten Kutai Barat, Rabu (5/11/2025).

SwaraMediaKaltim.com – Beberapa hari lalu dan puncaknya hari ini, Rabu 5 November 2025, Taman Budaya Sendawar dimeriahi keanekaragaman seni dan budaya dalam rangka HUT Kabupaten Kutai Barat yang ke 26 tahun. Alunan musik rijoq, gantar, hudoq, sampe dan lain lain menjadi menu yang memenuhi indra pendengaran dan penglihatan semua mata pengunjung pagi siang sore dan malam.

Tahun ini TODUKNG menjadi pilihan semacam tema di HUT Kabupaten yag terbentuk berdasarkan UU NO 47 Tahun 1999. TODUKNG secara harafiah adalah penutup kepala perempuan Dayak. Menyapa TODUKNG menjadi tematik penting dalam HUT Kabupaten Kutai Barat tahun ini. Apa Konstruksi pikiran dibalik hal yang harapiah itu? Apa makna TODUKNG itu secara lebih mendalam.

Menurut keyakinan di kalangan suku Dayak Benuaq dan Tunjung, TODUKNG mempunyai makna keluhuran bagi perempuan, yang menunjukan harkat dan martabat perempuan, perjuangan perempuan, kesiapan perempuan dalam menjalankan peran di luar rumah, siap menghadapi tantangan alam/dunia ( yang disimbolkan dengan terik matahari). Perempuan yang memakai TODUKNG adalah perempuan pejuang yang siap bekerja melawan tantangan alam.

Dalam konteks HUT Kabupaten Kutai Barat, apa pilosopi penting dibalik puluhan ribu perempuan Kutai Barat dari berbagai suku-suku nusantara memakai TODUKNG hari ini. Saya tidak tahu apa pesan moral yang mau disampaikan oleh pencetus pemakaian TODUKNG hari ini. Tapi bagi saya, TODUKNG hari ini menggambarkan bahwa perempuan Kutai Barat yang pluralistik siap bersatu dalam tekad yang sama membangun Tana Purai Ngeriman.

Perempuan adalah pondasi penting pembangunan Kutai Barat dari berbagai profesi dan latar belakang mereka. Perempuan mendapatkan tempat terhormat dalam tatanan masyarakat, pembangunan, dan pemerintahan.

Ketua TP PKK Kubar Maria Christina Mozes dan Lusia Mayo Thomas, saat menerima rekor MURI Dunia, dengan pengguna Todukng (penutup kepala perempuan terbanyak di Indonesia) dalam rangka peringatan HUT ke-26 Kutai Barat di Taman Budaya Sendawar, Rabu (5/11/2025).

Jika demikian pentingnya peran Perempuan dalam konstruksi pembangunan dan pemerintahan di Tanah Purai Ngeriman tercinta, maka sudah sepatutnya peran perempuan yg menentukan pada arena ruang publik berani dirumuskan secara eksplisit, seperti misalnya 50% unsur pimpinan di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif adalah Perempuan.

Jika belum, akankah ada pemberdayaan khusus perempuan sebagai keputusan politik penting yg dikondisikan untuk menciptakan peluang perempuan Kutai Barat menjadi leader penting di bidang eksekutif legislatif dan yudikatif?

Semoga perempuan Kutai Barat yang ber-TODUKNG dalam HUT yang ke 26 tahun hari ini menjadi tonggak sejarah kesadaran moral yang kuat, bahwa perempuan Kutai Barat siap mengisi tempat tempat strategis dalam penyelenggaraan management, kepemimpinan di institusi mereka mengabdi sungguh-sungguh berjalan bersih, berkualitas, berintegritas, dan berwibawa.

Karena Todukng bukan saja tentang simbol budaya, tetapi juga tentang spirit diri, Todukng juga tentang kesiapan, tekat dan ekspektasi besar menuju perubahan yang semakin positif, yakni Kutai Barat yang semakin maju, sejahtera, cerdas dan sehat. Dirgahayu Kutai Baratku yang ke-26 tahun.

Terimakasih kepada Bapak Ir Rama Alexander Asia, Bupati Pertama yang meletakan dasar penting Kutai Barat. Terimakasih kepada Bapak Ismael Thomas, SH., MSi, yang telah melanjutkan sebagai Bupati kedua. Terimakasih kepada Bapak FX Yapan, SH. MH sebagai Bupati yang ketiga, Dan, Selamat kepada Bapak Frederick Edwin yang kini sedang dipercayakan rakyat Kutai Barat sebagai Bupati ke-empat.

Terimakasih juga kepada Para Wakil Bupati terdahulu, yakni Bapak Ismael Thomas SH, MSi, Bapak Didik Effendi, BA, Bapak Edyanto Arkan, SE, dan Bapak Nanang Adriani, S.PKP, M.Si, atas peran mereka yang luar biasa dalam menghantar Kutai Barat menjadi yang kita nikmati hari ini.

Terimakasih juga kepada pimpinan DPRD Kabupaten Kutai Barat yag menjadi mitra Pemerintah, Bapak Drs Juan Jenau, Ketua DPRD Kutai Barat yang pertama, dilanjutkan oleh Bapak FX Yapan, SH, dilanjutkan oleh Bapak Alm. Jon Tawi, A. Md, dan kini Bapak Ridwai, SH. Mereka ini adalah tokoh-tokoh penting Kutai Barat dalam membesarkan Kutai Barat sejak bayi tahun 1999 sampai kini, 26 tahun. (Adv/vivie)

Catatan singkat: #Rudi Ranaq

Loading

error: Content is protected !!