Beranda » Redesain PT Wira Widyatama, Pemkab Kubar Komitmen Bangun Jembatan ATJ

Redesain PT Wira Widyatama, Pemkab Kubar Komitmen Bangun Jembatan ATJ

Caption : Tampak kondisi bangunan jembatan ATJ Kubar yang dibangun sejak 2012 dan terhenti pada 2015, menelan anggaran biaya ratusan miliar karena masalah teknis biaya tidak relevan.

SwaraMediaKaltim.com – Pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), adalah proyek infrastruktur yang telah terhenti sejak tahun 2015 lalu, setelah dimulai pembangunannya pada 2012 silam dan menelan anggaran ratusan miliar rupiah, karena masalah teknis biaya tidak relevan.

Pada tahun 2025 di kepemimpinan Frederick Edwin dan Nanang Adriani, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubar periode 2025-2030. Proyek ini telah resmi dalam tahapan redesain dalam persiapan untuk pembangunan baru. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyebut langkah ini penting untuk menyesuaikan kembali rencana teknis, anggaran, serta menjamin aspek keselamatan konstruksi.

Proses tender pekerjaan redesain telah rampung dengan PT Wira Widyatama ditetapkan sebagai pemenang melalui penawaran Rp2,85 miliar. Jembatan ATJ sendiri dipandang sebagai infrastruktur strategis karena menjadi penghubung Kecamatan Melak dengan Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB), sekaligus memangkas jarak tempuh menuju Samarinda.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Wakil Bupati Nanang Adriani menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek ini sebagai salah satu janji pembangunan yang diusung pemerintah daerah.

Sekretaris DPUPR Kubar, Christian Gamas, menjelaskan redesain menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dilanjutkan. Usia konstruksi jembatan yang sudah cukup lama membuat penyesuaian desain menjadi kebutuhan mendesak.

“Pemenang redesain jembatan ATJ ini yaitu PT Wira Widyatama. Kalau dipaksakan tanpa redesain, dikhawatirkan akan menimbulkan risiko di kemudian hari,” ungkap Christian Gamas, Jumat (3/10/2025).

Dalam proses kajian, DPUPR bersama Bappeda juga menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Hasil uji teknis menunjukkan konstruksi jembatan lama sebenarnya masih layak, bahkan kondisi pylon berada jauh di bawah batas toleransi negatif. Namun, adanya kebutuhan peninggian clearance bagi lalu lintas sungai membuat beberapa bagian tetap harus dibongkar.

Christian merinci empat alasan utama kenapa redesain perlu dilakukan. Pertama, rencana anggaran lama sudah tidak relevan karena disusun lebih dari sepuluh tahun lalu. Kedua, perkembangan teknologi memungkinkan metode konstruksi lebih efisien. Ketiga, aspek akuntabilitas proyek lebih terjamin dengan desain baru. Keempat, faktor keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Redesain ini bukan sekadar mengganti gambar, tetapi mencakup perhitungan ulang, pembaruan RAB, sampai pemanfaatan teknologi terbaru. Karena keterbatasan dana, proyek ini dibuat multiyears agar hasilnya benar-benar kokoh dan aman,” jelasnya.

Dengan tahapan ini, Pemkab Kubar berharap pembangunan Jembatan ATJ yang sempat terhenti sejak 2015 bisa segera kembali dilanjutkan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi konektivitas dan perekonomian daerah. (Adv/vivie)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Loading

error: Content is protected !!