Swaramediakaltim.com – Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud, menegaskan komitmen mendorong transformasi digital di Bumi Etam melalui program Gratispol Internet Gratis untuk 841 desa pada sepuluh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Menurut Gubernur, akses internet bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan pokok masyarakat untuk menunjang pelayanan publik, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga penguatan ekonomi lokal.
“Internet gratis sangat penting untuk mendukung pemerataan pembangunan, terutama di desa-desa terpencil yang selama ini sulit mengakses internet. Melalui program ini, masyarakat desa dapat lebih mudah mendapatkan informasi dan teknologi yang sulit dijangkau,” jelas Gubernur saat talkshow Selamat Pagi Indonesia “Program Gratispol di Provinsi Kaltim” di Studio Metro TV, Kedoya Jakarta Barat, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Gubernur menambahkan internet gratis selain mendukung pelayanan publik disegala bidang, juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat desa untuk terhubung dengan dunia luar.
“Di era digital seperti sekarang, akses internet adalah kebutuhan dasar. Ini menjadi langkah besar kami untuk memastikan seluruh desa di Kaltim dapat terhubung,” jelasnya.
Saat ini, sebut Harum dari total 841 desa di Kaltim, sebanyak 441 desa atau sekitar 52 persen sudah menikmati layanan internet gratis.
Kedepan, seluruh desa di Kaltim bisa mendapatkan fasilitas serupa, sehingga tidak ada lagi kesenjangan digital antara perkotaan dan pedesaan.
“Alhamdulillah lebih dari separuh desa di Kaltim sudah terkoneksi. Target kami seluruh desa bisa menikmati internet gratis agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menegaskan untuk pemasangan internet di desa-desa terus dilakukan, karena terget 841 desa sudah terpasang semua pada akhir Desember 2025 ini.
“Dari 841 desa yang sudah terpasang internet sebanyak 441 desa atau pencapaian sudah 52 persen,” jelas Muhammad Faisal saat mendampingi Gubernur Harum dalam talkshow Mentro TV Jakarta.
Terpasang internet di desa berdasarkan ISP, lanjut Faisal, Telkom 130 desa, Telkomsel 202 desa, Icon+ 25 desa dan Comtelindo 84 desa.
Pemasangan internet untuk Berau terpasang 50 desa dari 100 desa, Kutai Kartanegara terpasang 117 desa dari 193 desa. Kutai Barat terpasang 64 desa dari 190 desa. Kutai Timur terpasang 85 desa dari 139 desa.
“Mahakam Ulu terpasang 4 desa dari 50 desa. Paser terpasang 90 desa dari 139 desa dan Penajam Paser Utara terpasang 23 desa dari 30 desa,” terangnya.
Faisal menambahkan, kendala utama pemasangan internet gratis cukup besar, mulai dari kondisi geografis hingga infrastruktur yang belum merata.
Bahkan ada beberapa desa untuk kabel optik belum terjangkau, listrik belum ada termasuk hambatan alam.
“Walaupun demikian, Insyaallah, kita akan terus jalan, dan mudah-mudahan target Desember 2025 bisa terpasang semua untuk 841 desa,” imbuh Faisal.(aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi
![]()


