Beranda » Gubernur Kaltim Sebut, Dirinya Tidak Pernah Melarang Pokir Media

Gubernur Kaltim Sebut, Dirinya Tidak Pernah Melarang Pokir Media

Swaramediakaltim.com – Momen silaturahim bersama para pimpinan organisasi wartawan dan pimpinan perusahaan pers pada Sabtu malam, 26 Juli 2025 di Guest House Kompleks Pendopo Lamin Etam. Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud, berharap agar wartawan di Kaltim bisa menyiarkan hal-hal baik seperti dilakukan Brunei Darussalam, agar respons masyarakat juga baik.

Banyak hal dibahas, mulai soal Gratispol, buruknya infrastruktur jalan perbatasan, hingga urusan pokir media massa. Gubernur Kaltim menjawab lugas seluruh pertanyaan wartawan dalam diskusi yang berlangsung santai tersebut.

Gubernur juga memberikan kesempatan kepada para wartawan untuk sesi tanya jawab. Penanya pertama adalah wartawan senior di PWI Kaltim, Munanto menanyakan seputar masih adanya keluhan tentang Program Gratispol dan Jospol.

“Katanya ini program pendidikan Gratispol. Tapi faktanya, banyak orang tua masih mengeluh karena harus bayar, bayar dan bayar,” teriak Munanto lantang.

Gubernur Kaltim kemudian menjawab tegas. Untuk tahun pertama ini memang masih harus banyak melakukan penyesuaian anggaran. Pasalnya, dirinya dan Wagub Seno Aji tidak terlibat dalam penyusunan anggaran tahun 2024. Tapi mereka berkomitmen untuk memulai Gratispol dan Jospol mulai tahun ini.

“Karena keterbatasan anggaran, memang tahun ini baru untuk siswa dan mahasiswa baru. Tapi mulai tahun 2026 akan kita berikan untuk semua semester,” jelas Gubernur.

“Untuk yang bayar, bayar, bayar. Sebutkan datanya, SMA mana, dimana. Nanti kami panggil kepala sekolahnya. Harus ada titiknya, datanya, tidak bisa hanya speak, speak saja,” tambahnya.

Penanya lainnya Lukman, pimpinan Detak Kaltim. Dia berharap agar pokir untuk media tetap diberikan karena itu merupakan salah satu sumber pendapatan mereka.

“Kami berharap pokir tetap diberikan, karena itu sumber pendapatan media. Kalau dihapus, mati semua media online,” pinta Lukman.

Dia pun berharap dirinya yang sudah berusia 55 tahun mendapat kesempatan untuk menikmati beasiswa S3, tanpa batasan usia. Solusinya, dengan memberikan pokir kepada awak media untuk kuliah S3.

Gubernur menjawab dirinya tidak pernah melarang pokir media. Dia hanya meminta agar semua dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan masuk dalam SIPD, sehingga tidak menjadi risiko temuan di kemudian hari. Jika ini terjadi, maka bukan hanya pemilik media yang harus bertanggung jawab, tetapi juga pejabat-pejabat Pemprov Kaltim yang bertanda tangan.

Menjawab pertanyaan soal buruknya jalan perbatasan, Gubernur menegaskan komitmennya untuk pemerataan pembanguan di seluruh wilayah Kaltim. Kepada para wartawan, Gubernur mengungkapkan bahwa ia tak ragu mencoret sejumlah program pembangunan jalan di daerah perkotaan, yang dinilainya belum mendesak.

“Banyak paket jalan alternatif. Saya coret semua, saya geser untuk membangun jalan di pedalaman dan perbatasan karena memang lebih membutuhkan,” tegas Gubernur Kaltim.

Baca juga :

“Intinya saya senang sekali bisa berdiskusi malam ini. Semua hal bisa kita bicarakan. Yang jelas, kami masih akan fokus ke pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kreatif, termasuk UMKM,” imbuh Gubernur.

Silaturahim Gubernur Kaltim bersama para wartawan juga dihadiri Kepala Diskominfo Kaltim HM Faisal, Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin, Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri, Ketua Umum Amsindo Andre, perwakilan SMSI dan puluhan wartawan cetak, radio, televisi dan media online. (aya)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Loading

error: Content is protected !!