SwaraMediaKaltim.com – Komitmen Polda Kalimantan Timur dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman kejahatan finansial siber terus diwujudkan melalui Program Cyber Resilience Community (CRC). Kepala SPN Polda Kaltim, Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya, S.I.K., melaksanakan sosialisasi program tersebut di Ruang Catur Prasetya Polres Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (15/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para peserta secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakapolres Penajam Paser Utara, Kompol Roganda, S.H. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital. Ancaman tersebut mulai dari penyebaran hoaks, judi online, penipuan digital, hingga kejahatan siber lainnya yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya menjelaskan bahwa Cyber Resilience Community (CRC) merupakan inovasi berbasis pemolisian masyarakat (polmas). Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna membangun ekosistem digital yang aman melalui lima pilar utama: edukasi, pencegahan, deteksi dini, pelaporan, dan penanganan. Dengan pilar-pilar ini, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan mandiri untuk mengenali, mengantisipasi, serta melaporkan berbagai bentuk ancaman kejahatan siber.
Selain memberikan pemahaman mengenai konsep CRC, peserta juga dibekali pengetahuan tentang berbagai modus kejahatan siber yang marak terjadi, seperti phishing, malware, social engineering, dan kebocoran data (data breach). Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menjaga data pribadi, tidak mudah percaya pada tautan mencurigakan, dan segera melapor jika menemukan indikasi tindak kejahatan di ruang digital.
Sebagai langkah awal implementasi, Program CRC akan diterapkan di empat Polres sebagai pilot project. Program ini menyasar Kasat Binmas, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, kepala desa, lurah, hingga tokoh masyarakat. Tujuannya agar edukasi dan penguatan literasi keamanan siber dapat menjangkau masyarakat secara luas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan sosialisasi kepada Wakil Ketua I DPRD Kabupaten PPU Syahrudin M. Noor, Bupati PPU H. Mudyat Noor, S.Hut., serta Lurah Penajam Syafaruddin, S.Sos. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penguatan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan digital di Kalimantan Timur.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan siber.
Melalui Program Cyber Resilience Community, Polda Kaltim berharap dapat membangun masyarakat yang cerdas, tangguh, dan mampu menjaga keamanan ruang digital bersama-sama. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang aman serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. (hms)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi

