SwaraMediaKaltim.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr H Seno Aji secara resmi menutup Festival Budaya Bekudung Betiung sekaligus peringatan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 tahun, di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Selasa (30/6/2026) malam.
Kedatangan Wagub Seno Aji disambut ritual adat Dayak, ditandai pengalungan topi, rompi, serta gelang adat oleh kepala adat setempat sebagai simbol persahabatan dan tali silaturahmi.
Penutupan diawali penampilan tari kreasi dari Sanggar Seni Tumbit Dayak, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia Tumbit Dayak, Kepala Adat Tumbit Dayak, dan Wakil Bupati Berau H Gamalis.
Dalam sambutannya, perwakilan Tumbit Dayak Achmad Jamlah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Wagub Seno Aji yang dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan Pemprov Kaltim terhadap pelestarian budaya sekaligus pembangunan di Kampung Tumbit Dayak.
“Harapannya kegiatan budaya ini bisa terus dilaksanakan generasi kami dari tahun ke tahun. Bukan hanya sebagai perayaan, tetapi wadah untuk memperkenalkan adat Dayak Ga’ay di era modern agar tetap hidup, dikenal, dan tidak punah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Tumbit Dayak Muksin menjelaskan Festival Budaya Bekudung Betiung memiliki makna sebagai pesta panen. Bekudung merupakan ungkapan rasa syukur pascapanen, sedangkan Betiung bermakna proses pendewasaan, seiring peringatan hari jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 tahun.
“Alhamdulillah rangkaian festival tahun ini berjalan lancar, aman, dan penuh suka cita. Selama beberapa hari kita rayakan, inilah kekuatan kebudayaan kita bersama. Perayaan ini bukan hanya seremonial, tapi ini merupakan warisan leluhur,” ungkapnya.
Wakil Bupati Berau H Gamalis menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kehadiran Wagub Seno Aji pada pentupan festival ini. Kehadiran itu, menurutnya, wujud komitmen dan perhatian pemerintah terhadap adat budaya suku Dayak di Kabupaten Berau. Mengingat Tumbit Dayak merupakan salah satu komunitas adat Dayak terbesar di Benua Etan Kalimantan Timur.
“Harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi salah satu agenda pariwisata Kalimantan Timur dan bagian dari KEN (Karisma Event Nusantara) yang merupakan event nasional. Karena Festival Bekudung Betiung sudah cukup memenuhi syarat,” harap Gamalis.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan Festival Bekudung Betiung merupakan salah satu festival budaya yang wajib dijaga bersama. Ia menyebut usia Kampung Tumbit Dayak mencapai 263 tahun menandakan keberadaannya. Bahkan lebih dulu ada sebelum Kabupaten Berau terbentuk dan suatu kebanggaan tersendiri.
“Kalau kita lihat tadi anak-anak muda-mudi yang sudah tampil dengan tarian Dayak, mereka merupakan generasi yang kita harapkan. Karena sembari menimba ilmu, mereka juga ikut melestarikan budaya. Hal ini perlu diapresiasi, karena tidak semua generasi bisa melakukan hal yang sama. Tumbit Dayak ini salah satu komunitas masyarakat yang peduli dengan kelestarian budaya bangsa, hal itu merupakan upaya dalam membesarkan bangsa,” katanya.
Wagub juga menyampaikan Pemprov Kaltim saat ini tengah gencar meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program UKT gratis di jenjang perguruan tinggi. Ia mengimbau masyarakat Tumbit Dayak untuk memanfaatkannya bagi putra-putri mereka yang hendak melanjutkan pendidikan di jenjang S1, S2, maupun S3 di Kaltim.
Lebih lanjut, Pemprov Kaltim memandang penting setiap budaya, terutama adat Dayak. Dari seluruh adat yang ada di provinsi ini, seperti Dayak, Kutai, Banjar, dan adat lainnya, Wagub mengimbau agar masyarakat saling menjaga, menghormati, memelihara kondusifitas, dan kepercayaan guna memajukan daerah.
“Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan investor agar tertarik menanamkan modal di Kaltim,” tegasnya.
Melalui Festival Bekudung Betiung sekaligus peringatan hari jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 tahun ini, diharapkan dapat menjadi upaya mewujudkan kesejahteraan lewat kegiatan positif serta sosial budaya. Sebab, Kaltim dinilai sebagai Indonesia versi mini dengan hadirnya beragam suku dan adat, sehingga keamanan dan kerukunan perlu terus dijaga bersama.
Wagub Seno Aji secara resmi menutup Festival Budaya Bekudung Betiung dan peringatan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 tahun, serta ikut menari bersama masyarakat suku dayak, dan menandatangani lembar dinding mini galeri Festival Bekudung Betiung.
Turut hadir Anggota DPRD Kaltim H Makmur HAPK, Wakil Bupati Berau beserta jajaran, Anggota DPRD Berau Fery Kombo dan Sutami, Dandim/Danramil Kodim/Yonif Berau, Kapolsek Sambaliung Iptu Agus Riyadi, Babinsa Tumbit Dayak Agustinus, Camat Sambaliung Nur Alam, tokoh masyarakat adat Tumbit Dayak Ga’ay, dan pimpinan perusahaan. (aya)
Editor : Alfian
Publisher : Redaksi


