Beranda » BBPJN Kaltim Genjot Konektivitas Mahulu, Gunung Matuan Masih Jadi Tantangan Warga Pelintas

BBPJN Kaltim Genjot Konektivitas Mahulu, Gunung Matuan Masih Jadi Tantangan Warga Pelintas

Potret jalan Nasional Mahakam Ulu, tampak puluhan kendaraan roda empat tak kuat menanjak Gunung Matuan saat diguyur hujan. (dok-smk)

SwaraMediaKaltim.com – Hingga saat ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim), terus menggenjot percepatan pembangunan dan preservasi jalan di ruas vital yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menuju Mahakam Ulu (Mahulu). Proyek infrastruktur ini ditargetkan tuntas sepenuhnya dan siap dilalui dengan nyaman pada 2027 mendatang.

Progress pembangunan jalan di Kabupaten Mahulu terus menunjukkan kemajuan signifikan. Saat ini pekerjaan pada ruas Tering-Ujoh Bilang telah memasuki tahap pembentukan badan jalan serta perakitan abutmen jembatan girder.

Pekerjaan berkelanjutan ini menjadi bagian penting dalam membuka akses antarwilayah, mempercepat mobilitas, dan meningkatkan konektivitas masyarakat Mahulu. Dengan progres yang terus bergerak maju, diharapkan pembangunan ini dapat memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di kawasan perbatasan.

Progres pembangunan ruas jalan Tering–Ujoh Bilang, segmen I, II, III, dan IV, sepanjang 41 km lebih yang telah diresmikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud pada Januari 2026.

Progres dan detail utama pembangunan jalan penghubung Mahulu saat ini mencakup skema Multiyears (2025–2027). BBPJN Kaltim menangani jalur strategis melalui skema Multiyears Contract (MYC) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nilai kontrak mencapai Rp196,81 miliar.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Brahmakerta Adiwira dan masa pelaksanaannya berlangsung hingga 31 Desember 2027. Untuk itu ruas Tering-Ujoh Bilang, terus dikebut untuk pembangunan akses darat dari Kubar ke Mahulu, dengan menggunakan struktur jalan aspal dan pembangunan jembatan permanen guna menggantikan jembatan Bailey.

Pantauan media ini, pekerjaan di titik-titik krusial terus dikebut untuk membuka isolasi wilayah perbatasan ini. Selain proyek dari BBPJN, Pemerintah Provinsi Kaltim mengalokasikan anggaran daerah (APBD) puluhan miliar untuk menuntaskan sisa ruas jalan, khususnya menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) di titik-titik rawan.

Bagi masyarakat Mahulu, jalan darat bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi yang menentukan masa depan. Dengan jalan yang layak, biaya logistik bisa ditekan, distribusi hasil perkebunan lebih cepat, harga kebutuhan pokok lebih terjangkau, dan akses pendidikan serta kesehatan lebih mudah diraih.

Karena itu, janji penyelesaian jalan pada akhir 2025 menjadi harapan besar sekaligus tuntutan nyata bagi warga kabupaten mahulu. Kondisi jalan poros yang belum sepenuhnya teraspal. Hal ini kerap dikeluhkan warga saat di musim penghujan. Sebab, jalan poros ditanjakan Gunung Matuan wilayah Kecamatan Long Hubung itu, saat ini berupa tanah bergelombang hingga berlubang dilumuri gubangan lumpur.

“Meskipun pengerjaan jalan poros ini sudah dilakukan, namun belum merata. Karena masih ada yang belum tersentuh aspal. Seperti tanjakan Gunung Matuan ini hampir sebagian kendaraan roda empat selalu amblas tak bisa tembus ke puncak saat turun hujan. Hal ini menjadi keluhan kami saat membawa barang logistik ke Mahulu,” ujar Aswin salah satu sopir pick’up yang amblas di tanjang Gunung Matuan.

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 1 Provinsi Kaltim, Femy Arizona, menyampaikan optimismenya terhadap progres pekerjaan meski menghadapi berbagai tantangan kondisi lapangan.

“Yaa memang belum sepenuhnya beraspal, kondisi jalan eksisting saat ini masih berupa tanah yang kerap menyulitkan masyarakat, terutama saat musim hujan. Namun kita optimis melalui proyek kita ingin seluruh ruas penanganan akan berakhir dengan lapisan aspal yang lebih aman dan nyaman dilalui kendaraan pada 2027 mendatang,” pungkasnya. (adv-mhu/rahmad)

Editor : Alfian

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!